Ekonomi

Platform Digital Tokopedia Bantu UMKM Solo Beradaptasi dan Bangkit dari Dampak Pandemi

Transaksi Batik Mahkota Laweyan meroket hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan saat bergabung di Tokopedia pada 2019.


Platform Digital Tokopedia Bantu UMKM Solo Beradaptasi dan Bangkit dari Dampak Pandemi
Batik Mahkota Laweyan menawarkan kursus pembuatan batik, yang berhasil menarik minat masyarakat Indonesia dan juga turis asing dari negara lain seperti Suriname, Belanda, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. (DOK/Batik Mahkota Laweyan)

AKURAT.CO, Di antara pelaku usaha mikro kecil dan menengah alias UMKM yang tengah berjuang bangkit dari dampak pandemi, tak sedikit yang justru tetap bertahan, bahkan dapat meningkatkan penjualannya. Kemampuan tersebut lantaran dukungan adaptasi dari platform digital Tokopedia.

Padahal, semua orang sudah mafhum bahwa pandemi Covid-19 membawa dampak besar di sektor ekonomi, tak terkecuali bagi pelaku UMKM. Di antara UMKM yang mampu bangkit berkat bantuan platform digital Tokopedia adalah mereka yang tergabung dalam komunitas Rasa Solo. Komunitas ini merupakan wadah bagi UMKM-UMKM yang dibentuk April 2021 dengan tujuan memberdayakan sejumlah pegiat usaha dari Solo.

Program Director Rasa Solo, Michael Anggawinarta, menyampaikan, Rasa Solo, sebagai wadah bagi UMKM Solo, sangat terbantu dengan keberadaan Tokopedia. Selama ini, 100 persen penjualan Rasa Solo berasal dari Tokopedia. Bahkan, omzet Rasa Solo lewat Tokopedia mencapai ratusan juta rupiah.

“Berkat platform digital Tokopedia, banyak UMKM Solo, seperti Batik Mahkota Laweyan, Onde-onde Njonja Moeda, Pecel Ndeso Yu Djasmo dan masih banyak lainnya, berhasil beradaptasi dan menjadi penggerak perekonomian daerah yang terdampak pandemic,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis (21/10/2021).

Gerakan #BangkitBersama dari GoTo yang baru-baru ini diluncurkan, lanjut Michaael, sejalan dengan visi komunitas UMKM Rasa Solo dan Pemkot Solo dalam mengembangkan potensi produk asli Solo. “Sehingga, kami bisa bersaing dan menjadi pemenang di skala nasional," ucapnya.

Dia menegaskan, Rasa Solo menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk go digital agar bisa menjangkau pasar secara lebih luas. Termasuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, dalam hal pemasaran digital. “Rasa Solo kerap mengadakan pelatihan serta sharing session untuk para UMKM di Solo,” tutur Michael.

Bergabung dengan komunitas Rasa Solo, banyak keuntungan yang didapat oleh para pelaku UMKM tersebut. Melalui marketplace Tokopedia, penjualan meningkat pesat, termasuk saat pandemi.

Sebagai contoh, Batik Mahkota Laweyan yang merupakan usaha batik keluarga yang sempat terhenti total selama 12 tahun. Hingga pada 2005, usaha keluarga ini dibangkitkan lagi oleh Yuli panggilan akrab Juliani Prasetyaningrum dan sang suami, Alpha Febela Priyatmono

Ciri khas Batik Mahkota Laweyan adalah batik motif abstrak. Salah satu produk andalan mereka adalah Batik Super Maestro.

“Selama tiga bulan ke belakang, jumlah transaksi Batik Mahkota Laweyan meningkat hingga tujuh kali lipat dibandingkan dengan awal bergabung di Tokopedia pada 2019 lalu. Ini setelah kami juga bergabung dengan Rasa Solo,” tutur Yuli.

Selain melestarikan kembali budaya leluhur melalui produk dan karya batik mereka, Batik Mahkota Laweyan juga memiliki nilai plus lainnya. Yuli dan suami mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga kerja hingga belasan orang. Bahkan, mereka juga memberdayakan penyandang disabilitas agar mampu mandiri secara ekonomi.

Batik Mahkota Laweyan telah dikenal dan menerima banyak pesanan dari daerah lain, bahkan mancanegara. Untuk mempertahankan prestasi tersebut, Batik Mahkota Laweyan menawarkan kursus pembuatan batik, yang berhasil menarik minat masyarakat Indonesia dan juga turis asing dari negara lain seperti Suriname, Belanda, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat, hingga awal tahun 2020.

Sayangnya, di tengah pencapaian megah tersebut, efek pandemi memaksa mereka harus menelan pil pahit. Usahanya mengalami penurunan hingga sekitar 70-80%. Penurunan ini bahkan belum pernah dirasakan sebelumnya oleh para pendahulu mereka.

“Pandemi adalah pengalaman yang luar biasa bagi kami. Saat PSBB tahun lalu, penurunan customer sangatlah signifikan, dan di sekitar Laweyan pun banyak juga usaha yang karyawannya diliburkan. Namun karyawan kami berharap dengan sangat untuk tidak diliburkan,” tutur Yuli.

Tantangan yang dihadirkan oleh pandemi telah memaksa Yuli dan para mitranya agar mencari celah untuk bertahan.

Hingga akhirnya, keputusan besar pun dibuat. Tekad Batik Mahkota Laweyan untuk survive di tengah pagebluk dibuktikan dengan memfokuskan penjualannya secara online melalui e-commerce Tokopedia.

Sebelum pandemi, Batik Mahkota Laweyan memang sudah mulai memanfaatkan Tokopedia secara sambilan, namun belum sungguh-sungguh fokus. “Ketika terjadi pandemi dan mengalami penurunan customer, kami pun memfungsikan business by online dengan dibantu oleh anak saya,” jelas Yuli.

Fitur-fitur penjual dari Tokopedia dimanfaatkan oleh Yuli untuk meningkatkan penjualan produknya, antara lain TopAds untuk mempromosikan produk di halaman pertama, fitur Cashback untuk para pembeli, serta fitur Broadcast Chat untuk mempromosikan produk terbaru secara langsung kepada pelanggan.

Dahsyatnya, dengan memanfaatkan penjualan online, selama tiga bulan terakhir, jumlah transaksi Batik Mahkota Laweyan pun meroket hingga 7 kali lipat dibanding dengan awal bergabung di Tokopedia pada 2019 lalu.

“Alhamdulillah, betul-betul menolong dengan adanya bisnis online ini. Banyak hal-hal bermanfaat yang diberikan kepada kami sehingga kami tetap survive untuk kesejahteraan kita bersama,” papar Yuli.

Ke depannya, ia juga berharap agar Tokopedia dan Rasa Solo dapat konsisten meneruskan pemberdayaan bagi para UMKM, termasuk dengan memberikan edukasi mengenai teknologi dan digitalisasi, agar perekonomian masyarakat kecil dapat pulih, bahkan lebih baik ketimbang sebelum pandemi.

Bersama Batik Mahkota Laweyan, Yuli pun senantiasa memberi pengaruh baik terhadap sesama, sembari terus menjalankan visi luhurnya: merawat eksistensi batik sebagai warisan nenek moyang melalui edukasi dan kursus kepada masyarakat luas.

“Semuanya berdasar dari visi dan misi kami, yaitu sejahtera bersama-sama. Karena itu kami sangat berharap, mudah-mudahan bisnis online ini bisa dikenal seluruh UMKM dan kami juga dapat membantu dan menginspirasi UMKM lain untuk beradaptasi dan mengikuti tren online,” imbuhnya. []