News

PKS: Wacana Amandemen Konstitusi Jangan Pakai Siasat tapi Akal Sehat


PKS: Wacana Amandemen Konstitusi Jangan Pakai Siasat tapi Akal Sehat
Anggota komisi III DPR RI M. Nasir Djamil saat hadir dalam diskusi akhir pekan di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019). Diskusi ini membahas topik (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil tak memungkiri adanya sinyal-sinyal kepentingan elite partai besar untuk 2024 dalam wacana amandemen UUD 1945.

"Menurut kami, tentu saja kalaupun ada misalnya tidak begitu besar, tentu ada, ada irisannya. Tapi tentu tidak berdampak langsung kepada Jokowi menurut saya," kata Nasir usai diskusi bertajuk diskusi polemik 'Membaca Arah Amandemen UUD 45' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019).

Oleh karena itu, menurut Nasir, wacana amandemen 1945 tak boleh mengedepankan firasat dan siasat. Tapi, harus menggunakan akal sehat dalam merancang serta mengevaluasi usulan amandemen 1945. 

Nasir juga mendorong adanya keterbukaan alasan kepada publik dalam merancang amandemen tersebut.

"Wacana-wacana ini harus disimulasikan. Jadi ada simulasi konstitusi namanya. Jadi MPR harus mampu menyajikan simulasi konstitusi kepada rakyat Indonesia bahwa ada norma-norma dalam konstitusi yang selama ini menghambat pembangunan Indonesia untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan," ungkapnya. []