News

PKS Pertanyakan Alasan APBN Tutup Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sebab sejak awal, pemerintah memilih untuk tidak menggunakan APBN melainkan kerja sama bisnis antara Indonesia dengan China.

PKS Pertanyakan Alasan APBN Tutup Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto (dpr.go.id)

AKURAT.CO  Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI Mulyanto mempertanyakan penggunaan APBN untuk membiayai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). 

Sebab sejak awal, pemerintah memilih untuk tidak menggunakan APBN melainkan kerja sama bisnis dengan China. 

Namun, pemerintah saat ini didesak untuk menutup pembengkakan biaya melalui APBN hingga mengajukan Permodalan Nasional Madani (PNM). 

baca juga:

"Awalnya tadi kan tidak menggunakan APBN tetapi B2B (business to business), tetapi (justru malah) menggunakan APBN bahkan mengajukan PMN, " kata Mulyanto dalam konferensi Pers F-PKS tentang Usulan Pembentukan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/8/2022). 

"Lalu yang mutakhir adalah biaya overall ini akan dibebankan kepada APBN lagi. Ini menurut kami adalah suatu hal yang sangat perlu dipertanyakan," sambung dia. 

Menurut dia, PKS sejak awal konsisten mengawal proyek Kereta Cepat yang akan diujicobakan pada November 2022.   

Nantinya, Presiden Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping akan menjajalnya sekaligus menghadiri agenda G20 di Bali.

"PKS selama beberapa bulan ini terus mendalami isi terkait kereta cepat jakarta-bandung. Lalu akhir-akhir  ini memang pencermatan kami khususnya komisi V komisi VI ini jadi sudah sampai titik dimana kami harus mengambil sikap yang jelas, " tukas dia. 

Sebagai informasi, bengkaknya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena molornya dari target awal yang dicanangkan 2019. Nyatanya sampai 2022 saat ini, pembangunan masih tetap berjalan.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung awalnya diestimasi hanya memakan biaya sebesar USD 5,5 miliar, kemudian membengkak jadi USD 5,8 miliar dan meningkat lagi jadi USD 6,07 miliar. Saat itu ditargetkan pembangunannya bisa selesai 2019.

Terbaru, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperkirakan ada pembengkakan biaya lagi mencapai USD 1,176-1,9 miliar, menjadi maksimal USD 7,97 miliar.

Jika sudah selesai nanti, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan membentang sepanjang 142,3 kilometer (km) dengan menghubungkan 4 stasiun yakni Stasiun Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Karawang, Walini dan Tegalluar.