News

PKS Nilai Program Laptop Kemendikbudristek untuk Pelajar Tak Wajar

PKS menilai program laptop untuk para pelajar dari Kemendikbudristek tak wajar. Infrastrukturnya juga belum memadai menjangkau seluruh daerah.


PKS Nilai Program Laptop Kemendikbudristek untuk Pelajar Tak Wajar
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menekankan bahwa partainya menolak adanya program pengadaan laptop untuk para pelajar dari Kemendikbhdristek. Penolakan tersebut tersebab anggaran yang dikeluarkan untuk harga per unit laptop dianggap tak wajar.

"Wajar @FPKSDPRRI menolak proyek pengadaan Laptop dari Kemendikbudristek. Publik juga menolak karena anggaran untuk per laptopnya dinilai tidak wajar," kata Wakil Ketua MPR RI itu melalui akun Twitter pribadinya @hnurwahid, Sabtu (31/7/2021).

"Dan di era pandemi ini, Guru-guru Honorer juga mengkritisinya, agar kesejahteraan para Guru didahulukan," imbuhnya.

Tak hanya Hidayat Nur Wahid, anggota DPR RI Fraksi PKS Fahmy Alaydroes juga mengutarakan kritiknya terhadap program Mendikbudristek Nadiem Makariem tersebut.

"Maksud dan tujuannya baik, hanya saja sejauhmana realisasi program ini efektif dan dapat meningkatkan peningkatan dan pemerataan mutu sekolah-sekolah kita," ujarnya dalam keterangan resmi di laman fraksi.pks.id.

Fahmy mengatakan, pandemi Covid-19 yang telah berlangsung satu setengah tahun ini telah memaksa sekolah-sekolah menyelenggarakan pembelajaran secara online dengan memanfaatkan teknologi internet dan digital. Namun, infrastruktur penopangnya belum merata.

“Sesungguhnya, di era teknologi digital yang semakin marak, pembelajaran di sekolah sudah seharusnya memanfaatkan kecanggihan teknologi digital ini untuk meningkatkan mutu dan efektifitas pembelajaran. Sayangnya, menggunakan teknologi digital berbasis internet masih banyak kendala. Pertama, infrastruktur jaringan internet masih belum merata, banyak daerah yang belum terjangkau jaringan internet (blank spot),” kata dia.

Sebelumnya, Kemendikbudristek berencana akan menyiapkan laptop untuk para pelajar guna mendukung program digitalisasi sekolah. Anggaran sebesar Rp 17 triliun sudah disiapkan untuk membeli laptop lokal.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan paket TIK akan diberikan secara bertahap hingga 2024 di penjuru daerah dan diberikan kepada sekolah yang membutuhkan.[]