News

PKS Minta Pemerintah Tangani Varian Omicron Berdasarkan Hasil Riset 

Mulyanto meminta pemerintah serius menghadapi potensi penyebaran Covid-19 varian Omicron dengan melakukan riset.

PKS Minta Pemerintah Tangani Varian Omicron Berdasarkan Hasil Riset 
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini bersama Anggota DPR Fraksi PKS Muzammil Yusuf dan Fahmi Alaydroes saat menggelar konferensi pers di ruang Fraksi, Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto meminta pemerintah serius menghadapi potensi penyebaran Covid-19 varian Omicron dengan melakukan riset dan membuat kebijakan berdasarkan hasil riset. 

Menurut Mulyanto, pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) harus mengkoordinasikan semua lembaga penelitian virologi untuk melakukan pemantauan jam per jam perkembangan varian Omicron. 

"Pemerintah jangan mengulang kesalahan terdahulu yang menganggap remeh dampak penyebaran varian Delta Covid-19," kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/11/2021).

baca juga:

Ia menegaskan bahwa kali ini pemerintah harus lebih serius menangani persebaran Omicron. Salah satunya harus bekerja berdasarkan riset dan data. Bukan berdasarkan perkiraan. 

"Saat ini WHO sudah mengkategorikan varian Omicron sebagai varian of concern (VoC) yang meningkat dari sebelumnya sebagai varian of interest (VoI). Karena itu Pemerintah harus memberi perhatian yang serius terhadap perkembangan virus ini. 

"Pemantauan hasil penelitian Omicron dari lembaga ternama di dunia harus dilakukan jam perjam. Sudah bukan lagi hari perhari," kata Mulyanto. 

Ia menambahkan pentingnya riset untuk memetakan efek dan jangkauan penyebaran varian Omicron tersebut. "Pemerintah mesti memiliki data yang lengkap dan akurat terkait kecepatan penyebaran, teritorial penyebaran yang telah terjadi, serta karakteristik, perilaku maupun keganasannya, termasuk efek dari varian omicron ini terhadap vaksin dan antibodi yang terbentuk dari infeksi alamiah," tegas Mulyanto. 

Selain itu, Mulyanto mengatakan bahwa pemerintah harus bisa menunjukan kesungguhan kerja kepada publik supaya tidak melahirkan prasangka negatif.

Untuk diketahui varian Omicron ini berasal dari Afrika dan telah menyebar ke 10 negara, seperti Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Kanada, Italia, Belgia, Israel, Australia dan Austria. 

Sampai hari ini hasil sementara riset virology laboratorium utama dunia menunjukkan, bahwa varian Omicron ini memliki tingkat penyebaran yang cepat. 

WHO mengabarkan, bahwa dengan kecepata penuh, butuh satu sampai dua minggu ke depan untuk dapat memahami secara lebih akurat bagaimana efek dari varian Omicron ini terhadap vaksin dan antibodi yang terbentuk dari infeksi alamiah. 

WHO juga menerangkan, bahwa ada kurang dari 100 sekuens genom utuh yang tersedia.[]