News

PKS Minta Habib Luthfi Tolak Tawaran Jadi Penasihat Kemenag

PKS Minta Habib Luthfi Tolak Tawaran Jadi Penasihat Kemenag
Pemimpin Forum Ulama Sufi Sedunia Habib Luthfi bin Yahya saat menghadiri Prambanan Jazz Festival #5 (Instagram/prambananjazz)

AKURAT.CO Pengangkatan Anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya sebagai penasihat Kementerian Agama mendapat kritik keras.

Pasalnya, Habib Luthfi jadi double job karena menjalankan 2 tugas kenegaraan yang diamanahkan padanya secara bersamaan.

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhari Yusuf mengatakan, sebagai Anggota Wantimores, tidak sepatutnya tugas itu dianggap sepele sehingga dibolehkan rangkap jabatan di kantor lain.

"Dengan segala hormat kepada habib kita, kalau beliau masih menjadi Watimpres tentu tidak sepatutnya, karena itu duoble job yang kedua-duanya di biayai APBN," ungkap Bukhari dalam keterangannya, Sabtu (19/12/2020).

Dia justru berharap agar Habib Luthfi menolak tawaran itu. Sebab, bila tidak, Habib Luthfi tentu akan dianggap menjalani double job. Padahal, pembiayaan kerja dan operasional, dua-duanya bersumber dari APBN.

"Saya berharap beliau tidak berkenan untuk menerimanya kecuali harus memilih salah satunya," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Staf Khusus Menag, Kevin Haikal memastikan bahwa kemarin (19/12/2020) Habib Luthfi.

Dia mengatakan, kehadiran Habib Luthfi di Kemenag akan sangat membantu memudahkan Kemenag mengarahkan kebijakan agar terwujud kehidupan beragama yang harmonis di Indonesia.

"Menag telah meminta dan menjadikan Habib Luthfi sebagai penasihat guna memberi masukan strategis dalam memimpin Kementerian Agama," terang Kevin di Jakarta (19/12/2020).

Menurutnya, pengangkatan Wantimpres itu diharapkan memberi pengarahan dan masukan dari ulama dalam melaksanakan tugasnya. Terutama tugas untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama.[]

baca juga: