News

PKS: Ide Riset Vaksin Nusantara Harus Akuntabel

PKS: Ide Riset Vaksin Nusantara Harus Akuntabel
Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga mengikuti vaksinasi COVID-19 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Mulyanto mendorong ide riset Vaksin Nusantara dan minta prosesnya akuntabel. 

Menurut Mulyanto, Vaksin Nusantara yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto harus diperlakukan sesuai kaidah penelitian ilmiah. 

“Karena terkait klaim keamanan dan kemanjuran vaksin kita sudah punya standarnya, yakni melalui uji klinis fase I, II dan III," tegas Mulyanto dalam keterangan yang ditulis, Sabtu (27/2/2021). 

"Mulai dari uji lab kepada hewan, sampai uji massif kepada manusia. Hasil uji ini harus terbuka kepada masyarakat ilmiah. Kalau hasilnya bagus, baru dievaluasi oleh BPOM untuk mendapat izin. Termasuk pemeriksaan oleh MUI terkait aspek kehalalannya,” sambungnya. 

Dia berharap, pengembangan Vaksin Nusantara ini dapat dilanjutkan hingga tuntas sehingga bisa jadi salah satu alternatif upaya penanggulangan Covid-19. 

Mulyanto mengatakan, program pengembangan vaksin dapat dilakukan oleh siapapun yang memang kompeten dan ditunjang dengan sarana yang memadai. 

“Inikan scientific competition yang di-drive oleh permintaan publik. Yang penting semua berjalan dalam koridor ilmiah yang baku,” ujarnya. 

Sebelumnya dikabarkan mantan Menteri Kesehatan Terawan bekerja sama dengan tim peneliti dari Laboratorium RSUP Kariadi Semarang, Universitas Diponegoro dan Aivita Biomedical Corporation dari Amerika Serikat, mengembangkan vaksin Covid-19 yang diberi nama Vaksin Nusantara. 

Vaksin Nusantara dikembangkan berdasarkan sel dendritik. Perbedaan Vaksin Nusantara ini dibandingkan vaksin lainnya terletak pada motor aktivitasnya. Hal ini dijelaskan oleh Guru Besar dari Universitas Airlangga Chairul Anwar Nidom. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memantau proses pembuatan Vaksin Nusantara. Ada beberapa tahapan uji klinis vaksin yang harus ditindaklanjuti. 

"Sekarang sudah dikomunikasikan dengan tim peneliti mungkin ada proses masih akan didiskusikan dengan tim peneliti," kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito di Kantor BPOM di Johar Baru, Jakarta, Rabu (24/2/2021).[]

baca juga:

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu