News

PKS Diramal Lebih Pilih Gabung Nasdem Ketimbang Gerindra-PKB

Partai dakwah lebih sreg mengusung Anies sebagai capres bukan Prabowo


PKS Diramal Lebih Pilih Gabung Nasdem Ketimbang Gerindra-PKB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kiri), Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman (kedua kiri), Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi (kedua kanan) saat menghadiri pembukaan Rapimnas DPP PKS 2022 di Jakarta, Senin (20/6/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kecil peluang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperkuat Koalisi Indonesia Raya yang diinisiasi PKB dan Partai Gerindra.

Sebaliknya, partai dakwah dinilai lebih memungkinkan bergabung dengan poros Nasdem yang kemungkinan besar mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

"PKS kemungkinan akan mengikuti kemanapun arahnya Anies Baswedan sehingga mereka akan mencoba berkoalisi dengan Nasdem dan Partai Demokrat. PKS koalisi dengan Gerindra dan PKB peluangnya kecil meski masih terbuka, " kata analis politik dari Citra Institute, Efriza, kepada AKURAT.CO, Senin (4/7/2022).

baca juga:

Dia menilai sekalipun Koalisi Semut Merah tidak berjalan mulus karena PKB belakangan membangun koalisi dengan Gerindra, PKS dengan kecenderungan mendukung Anies tetap memiliki positioning politik sehingga tidak perlu berkecil hati.

Apalagi jika Nasdem jadi mengusung Anies sebagai capresnya bukan tidak mungkin PKS akan membentuk kekuatan dengan partai yang dikomandoi Surya Paloh itu.

"Jadi (apabila) PKS ditinggalkan oleh PKB tetap punya nilai dan kans besar membangun koalisi, " tukas dia. 

Sebagai informasi, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa partainya dengan PKB serius untuk berkoalisi dalam pemilu 2024 mendatang. 

Rupanya, ucapan Dasco ini sekaligus membantah adanya pengamat yang menilai bahwa hanya PKB yang menggebu-gebu di dalam koalisi. 

"Bener kok Gerindra dan PKB sudah sepakat untuk berkerjasama atau berkoalisi untuk bersama sama menghadapi pemilu tahun 2024," kata Dasco dalam keterangannya, pada Sabtu (2/7/2022). 

Maka dari itu, langkah PKS menjadi tak menentu usai Prabowo kembali mengukuhkan kekuatan untuk dapat berkoalisi dengan PKB. 

Sebelumnya, PKB dan PKS sempat bertemu untuk membicarakan soal kerja sama politik untuk 2024 mendatang. 

Kerja sama itu diawali oleh pertemuan kedua elit partai tersebut, PKS yang diwakili Sekjen Habib Aboe Bakar Al-Habsyi dan PKB diwakili Waketum mereka Jazilul Fawaid. 

Koalisi yang dibentuk PKB bersama PKS dinamai Koalisi Semut Serah.[]