News

Pj Gubernur Tempatkan Sekda Sebagai Deputi, DPRD DKI: Tak Perlu Lagi Bentuk TGUPP

Pj Gubernur Tempatkan Sekda Sebagai Deputi, DPRD DKI: Tak Perlu Lagi Bentuk TGUPP
Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali memberikan keterangan saat tiba di gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2022). Kedatangan PJ Gubernur DKI Jakarta ini usai dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di kemendagri. Heru menggantikan posisi Anies Baswedan yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada Minggu, 16 Oktober 2022. AKURAT.CO/Sopian (Sopian)

AKURAT.CO Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menyebut, pencopotan Sekda DKI Marullah Mattali dan penempatannya sebagai salah satu Deputi Gubernur DKI bertujuan memperkuat posisi gubernur menjalankan tugas-tugas kesehariannya.

Dengan tugas barunya sebagai Deputi Gubernur, Heru tak perlu lagi membentuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) warisan pemerintahan Anies Baswedan. 

Dia mengatakan, empat jabatan Deputi gubernur DKI selama ini kosong. Kini, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mulai mengisinya dengan mengangkat pejabat di lingkungan kerja Pemprov DKI. Salah satunya Marullah Mattali. 

baca juga:

Sekda DKI itu dicopot Heru dan ditempatkan di posisi baru sebagai Deputi Gubernur. Marullah akan membantu Heru dalam mempercepat pembangunan di Jakarta. 

"Pembantu Pj Gubernur itu siapa? Ya aparatur sipil DKI Jakarta itulah sebagai eksekutor di lapangan maka Deputi yang juga ASN diisi, sehingga tidak perlu lagi membentuk TGUPP karena beliau sudah punya tim ASN," katanya saat dihubungi, Minggu (4/12/2022). 

Menurut dia, dengan terisinya posisi empat Deputi Gubernur, Heru tak perlu lagi membentuk TGUPP. Sebab, kata dia, tim non struktural itu tak memiliki fungsi apapun. Tim itu juga tak bisa mengeksekusi kebijakan. 

"Tidak perlu membentuk tim baru karena cuma menghabiskan APBD, yang kedua secara tupoksi memang tidak bisa berfungsi, mereka tidak bisa melakukan eksekusi yang mengeksekusi tetap ASN juga," ungkapnya. 

Dia juga membantah isu yang berhembus bahwa Heru Budi Hartono sedang membersihkan anasir-anasir Anies Baswedan dari lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta. Sebab, kata dia, pejabat-pejabat yang dikenal dekat dengan Anies selama menjabat hingga kini masih dalam posisi dan jabatan yang sama. 

"Enggak saya belum membaca ke arah sana (mencopot orang-orang terdekat Anies) karena tadi saya berikan contoh orang-orang terdekatnya Pak Anies saat menjabat sebagai gubernur tidak ada yang dipecat. Misalnya asisten, nggak ada yang dipecat bahkan tugas-tugasnya pun beliau diberikan tugas secara maksimal dalam rangka percepatan," ungkapnya. []