News

Pj Gubernur Minta Warga DKI Jakarta Waspada Dan Pantau Cuaca Ekstrem

Pj Gubernur Minta Warga DKI Jakarta Waspada Dan Pantau Cuaca Ekstrem
Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan keterangan saat tiba di gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2022). Kedatangan PJ Gubernur DKI Jakarta ini usai dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di kemendagri. Heru menggantikan posisi Anies Baswedan yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada Minggu, 16 Oktober 2022. AKURAT.CO/Sopian (Sopian)

AKURAT.CO Sejumlah daerah dilanda bencana. Terbaru yakni gempa bumi di Cianjur dan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap panas. Atas hal itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta warganya untuk waspada dan memantau potensi cuaca ekstrem dari sumber resmi sebagai antisipasi atas ancaman bencana.

"Kami imbau tetap waspada dan dengan kondisi cuaca atau pun alam yang tidak bersahabat, selalu melihat informasi dari BMKG dan informasi cuaca lainnya," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Minggu (4/12/2022).

Terlebih, kata dia, Jakarta juga tidak lepas dari ancaman bencana karena ada jalur patahan bumi bernama Sesar Baribis di Selatan Jakarta.

baca juga:

Namun demikian, Heru menyampaikan bahwa dampak pergerakan tanah di Jakarta cukup kecil. Meski demikian, dia tidak menjelaskan secara teknis lebih jauh soal itu.

"Jadi, informasinya di Jakarta kecil dampaknya dan mudah-mudahan tidak terjadi," katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi pergerakan tanah di 10 titik tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Desember 2022.

"Kepada lurah, camat dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

10 titik yang disebutkan adalah Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan.

Kemudian di Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Pada zona itu, kata dia, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Isnawa menuturkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memetakan beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah diperkirakan terjadi pergerakan tanah. Pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Dia menjelaskan perkiraan wilayah potensi terjadi pergerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG. []