News

Pistol Iptu RS Belum Ditemukan, Sanksi Dugaan Kelalaian Belum Jelas

Informasi yang dihimpun menyebutkan pistol jenis revolver milik Iptu RS raib dicuri di salah satu masjid di Sei Tampang


Pistol Iptu RS Belum Ditemukan, Sanksi Dugaan Kelalaian Belum Jelas
Ilustrasi: Pistol jenis revolver yang diamankan polisi dari pelaku kejahatan (ISTIMEWA)

AKURAT.CO- Pengembangan kasus hilangnya pistol jenis revolver milik Iptu RS dipertanyakan. Pistol milik anggota Polri yang bertugas di Polsek Panai Hilir, Labuhanbatu, Sumatera Utara, itu raib pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

"Sudah hampir dua bulan senpi yang hilang belum juga ditemukan," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Penyelamatan Indonesia (LSM-API) Kabupaten Labuhanbatu, Muslim Manik, kepada AKURAT.CO, Senin (6/12/2021).

Muslim juga mempertanyakan pemeriksaan untuk menelisik dugaan unsur kelalaian yang mengakibatkan raibnya senjata api organik milik Iptu RS. Dia menilai pemeriksaan oleh Pengaman Internal (Paminal) tidak dilakukan dengan transparan.

"Proses pemeriksaan seperti apa, masyarakat juga mau tahu," ucapnya.

Muslim menegaskan tahapan pemeriksaan Iptu RS perlu disampaikan terbuka untuk membantah anggapan miring terutama kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar. Selain proses pemeriksaan, informasi lain yang perlu dibuka adalah terkait sanksi.

"Jangan sampai masyarakat menilai oknum polisi yang berbuat pelanggaran dilindungi oleh atasannya. Kapolres harus transparan, jangan hanya menyebut masih tahap pemeriksaan padahal peristiwa (hilangnya pistol) sudah cukup lama," sebutnya.

Informasi yang dihimpun redaksi, revolver milik Iptu RS hilang di salah satu masjid pada Sabtu, 23 Oktober 2021. Peristiwa bermula saat Iptu RS dalam perjalanan pulang dari Labuhan Bilik. RS bersama sopir singgah ke masjid di Sei Tampang untuk melaksanakan shalat. RS meletakkan senjata api miliknya di kamar mandi masjid dan kemudian senjata api tersebut raib.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Propam Polres Labuhanbatu Ipda Iskandar Muda Sipayung enggan menjelaskan rinci hasil pemeriksaan dan kemungkinan sanksi yang diterima Iptu RS. Dia mengatakan kasus saat ini masih dalam tahap pemeriksaan penuntut Propam. 

"Masih tahap pemeriksaan internal oleh akriditor (penuntut) Propam, selanjutnya berkasnya akan dilimpahkan ke Bidpropam Polda Sumut," kata Ipda Iskandar melalui pesan elektronik.[]