Olahraga

Pique: ESL Bisa Menghancurkan Ekosistem Sepakbola

Gerard Pique menganggap ESL bisa menghancurkan ekosistem kompetisi domestik karena klub kecil dan menengah tidak mendapatkan pemasukan.


Pique: ESL Bisa Menghancurkan Ekosistem Sepakbola
Bek Barcelona, Gerard Pique, dalam sesi latihan di Barcelona, Katalunya, 15 Februari lalu. (TWITTER/Barcelona)

AKURAT.CO, Bek senior Barcelona, Gerard Pique, mengakui bahwa klub saat ini butuh tambahan pemasukan sebagai dampak pandemi virus corona (COVID-19). Namun, Liga Super Eropa (ESL) yang digagas oleh 12 klub terbesar Eropa juga bukan merupakan jawaban dari situasi tersebut.

Menurut Pique, keuntungan yang ditawarkan untuk para peserta ESL memang lebih besar dari yang bisa diberikan oleh kompetisi antar klub di Benua Eropa saat ini, Liga Champions. Namun, ESL juga bisa menghancurkan ekosistem sepakbola saat ini terutama untuk tim-tim di luar 12 klub besar.

“Jika ada kerugian, pemilik modal akan memaksa klub-klub Liga Super bermain pada hari Rabu dan Sabtu dan dalam setahun pasar hanya akan mengerucut pada klub-klub besar ini saja,” kata Pique sebagaimana dipetik dari El Mundo Deportivo.

“Jika Liga Super mempertahankan pemasukan dari La Liga, Liga Primer, dan Serie A, maka angkanya akan dapat, tetapi mereka menghancurkan dunia sepakbola, bisa mengakhiri ekosistem saat ini.”

Pique mengatakan bahwa ESL bisa membuat kompetisi domestik berubah di mana 12 klub besar tidak lagi menjadi peserta. Kompetisinya mungkin cukup menarik namun sulit untuk meraup keuntungan.

“Apakah kita menginginkan ini untuk sepakbola? Sevilla, Valencia, Everton, Leicester (City), Napoli tidak ada? Karena klub-klub ini akan cenderung tidak mendapatkan apa-apa,” kata Pique.

“Bayangkan liga tanpa Barcelona, (Real) Madrid, dan Atletico (Madrid). Mereka bisa berkompetisi dan tetap menarik serta menyenangkan, tetapi itu tidak akan cukup menghasilkan (keuntungan).”

Menurut Pique, ESL dari sudut pandang pesepakbola bukanlah hal yang positif dalam jangka yang pendek. Lagi, dia menyebut bahwa kejuaraan ini akan mematikan kompetisi domestik.

“Kita harus menemukan cara untuk mempertemukan yang kecil dan yang besar. Ini kapitalisme sederhana dan murni, perlu mencari formula baru untuk menemukan keseimbangan,” ucap Pique.

Namun di sisi lain, Pique setuju dengan pimpinan ESL yang juga bos Real Madrid, Florentino Perez, tentang bagaimana generasi muda mengkonsumsi sepakbola. Menurutnya, orang muda kini tak lagi sebergairah seperti generasinya dengan sepakbola.

“Anak muda tidak lagi mengonsumsi sepakbola seperti yang saya lakukan waktu kecil. Ini adalah masalah yang ada dan yang harus dihadapi,” kata Pique.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu