News

Pintu Air Jembatan Merah Jakpus Siaga Satu Jumat Pagi


Pintu Air Jembatan Merah Jakpus Siaga Satu Jumat Pagi
Berbagai jenis sampah mengapung saat banjir melanda kawasan Kelingkit, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). Jokowi menyebut penyebab banjir pada awal tahun 2020 ini karena kerusakan ekosistem dan ekologi juga kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Selain itu, banjir yang melanda Jakarta sejak Selasa (31/12/2019) petang tersebut dimanfaatkan warga untuk membuang sampah seenaknya karena akan terbawa arus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pintu Air Jembatan Merah di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, yang dilalui aliran Sungai Ciliwung, Jumat sekitar pukul 05.30 WIB berstatus Siaga I dengan ketinggian air 207 centimeter (cm).

Laman Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, saat Status Normal atau Siaga I, ketinggian air di pintu air tersebut di bawah 100 cm.

Kenaikan status pintu air itu disebabkan naiknya status di Pintu Air Manggarai, yakni Siaga  IIII dengan tinggi air 750 cm. Status normal atau Siaga  IV Pintu Air Manggarai di bawah 750 cm

Naiknya status itu mempengaruhi sejumlah pintu air yang dilalui aliran Ciliwung, seperti Pintu Air Istiqlal berstatus Siaga III dengan tinggi air 251 cm. Status Normal Pintu Air Istiqlal di bawah 250 cm.

Status Siaga I di Pintu Air Jembatan Merah turut menaikkan Status Pintu Air Marina Ancol menjadi Siaga III dengan ketinggian air 188 cm. Status normal pintu air yang berada di hulu itu di bawah 170 cm.

Sejumlah wilayah di DKI Jakarta diguyur hujan sedang hingga lebat sejak Jumat (10/1/2020) dini hari.

Intensitas hujan tersebut turut menaikkan Status Pintu Air Hek di Kali Baru Timur berstatus Siaga III dengan tinggi air 140 cm, padahal  Status Normal atau Siaga IV di bawah 100 cm.[]

Sumber: ANTARA