Rahmah

Pintar! Begini Cara Mudah Abu Nawas Selesaikan Malasah Temannya

Seorang sahabat Abu Nawas bernama Daras datang dengan membawa sebuah permasalahan yang sedang dialaminya.


Pintar! Begini Cara Mudah Abu Nawas Selesaikan Malasah Temannya
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. Salah satunya adalah kisah yang dikutip dari laman NU Online ini.

Dikisahkan pada suatu waktu seorang sahabat Abu Nawas bernama Daras datang dengan membawa sebuah permasalahan yang sedang dialaminya. Ia lalu bercerita bahwa seminggu lalu, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid memberi potongan hukuman bagi para tahanan.  Baginda Raja memberikan keringanan itu dalam rangka peringatan hari jadi negeri.

Karena itu, bagi tahanan yang dihukum 20 tahun penjara, ia hanya menjalani hukuman 10 tahun saja. Kemudian bagi para tahanan yang sebelumnya mendapat hukuman 10 tahun, maka dirinya hanya akan menjalani masa tahanan selama 5 tahun.

baca juga:

"Ohh begitu ya. Lalu masalahnya apa?" tanya Abu Nawas kepada Daras.

"Masalahnya begini Tuan Abu. Jika menghitung sisa hukuman penjara, saya kira bisa menyelesaikannya. Akan tetapi, ada tahanan yang dihukum seumur hidup dan bisa saja sang tahanan tersebut meninggal. Jika begitu kan harus ditentukan berapa lama sisanya ia akan dihukum?," tuturnya.

"Padahal kan tak ada yang tahu juga kapan seseorang itu meninggal. Karena itu sudah rahasia Tuhan. Bukan urusan manusia,” imbuhnya.

Tidak langsung menjawab, Abu Nawas lalu menyeruput secangkir teh hangat yang sudah tersedia di depannya. Setelah teh itu ia minum, Abu Nawas pun menjelaskan.

"Jadi begini saja. Masalah ini bisa diselesaikan dengan konsep persamaan,” kata Abu Nawas enteng.

"Maksud Anda bagaimana?" tanya Daras yang ternyata ahli matematika itu.

"Karena persamaan itu menurutmu berarti seimbang, atau keseimbangan. Sehingga mmasalah pemotongan masa hukuman tersebut ya mudah saja diselesaikan,” jelas Abu Nawas.

“Lalu cara menghitungnya bagaimana?” tanya Daras kembali penasaran.

“Dengarkan baik-baik. Bagi orang yang dihukum seumur hidup itu dapat potongan hukuman setengah masa hidupnya. Lalu cara menghukumnya begini saja, sehari ia ditahan, sehari ia dibebaskan. Begitu seterusnya  sampai ia meninggal. Seimbang bukan, seperti persamaan tadi?," terang Abu Nawas membuat Daras hanya bisa diam. Wallahu A'lam Bishawab. []