Rahmah

Pintar! Begini Cara Cerdik Abu Nawas Menyadarkan Majikannya yang Pelit

Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, Abu Nawas rela bekerja di sebuah toko jahit.


Pintar! Begini Cara Cerdik Abu Nawas Menyadarkan Majikannya yang Pelit
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO  Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. 

Diantaranya adalah kisah lucu Abu Nawas dan sang majikan seperti dikutip NU Online ini. Simak kisah ini sampai selesai ya.

Demi mencukupi kebutuhan keluarganya, Abu Nawas rela bekerja di sebuah toko jahit. Akan tetapi, Abu Nawas mendapat majikan yang dikenal sangat pelit.

baca juga:

Seperti pada suatu ketika, si majikan Abu Nawas itu datang dengan membawa sebuah kendi yang berisi madu. Khawatir madu itu diminum oleh Abu Nawas, sang majikan lalu pun lalu berbohong bahwa kendur yang dibawanya adalah sebuah racun.

"Hai.. Jangan sekali-kali engkau meminum air di kendi ini. Karena di dalamnya adalah sebuah racun yang mematikan," ujar si majikan Abu Nawas itu.

Setelah berkata demikian, majikan Abu Nawas itu lalu pergi meninggalkan toko. Akan tetapi, Abu Nawas memiliki rasa curiga. Menurutnya, tidak mungkin juga si majikan itu membawa racun sampai ke tempat kerja.

Karena kondisi perutnya yang sangat lapar, Abu Nawas dengan terpaksa menjual sepotong pakaian. Dari hasil menjual pakaian tersebut, ia lalu membelikan sepotong roti.

Saat roti itu hendak dimakannya, namun tiba-tiba saja Abu Nawas membuka kendi itu dan langsung menghabiskan madu tersebut.

Namun sayangnya, si majikan itu datang kembali ke toko. Si majikan itu langsung mengecek semua pakaian serta kendi miliknya apakah masih dalam keadaan utuh. 

"Haii.. Ini kenapa pakaian aku hilang dan kendi ini kosong. Engkau makan ya," tanya sang majikan Abu Nawas kesal.

"Maaf Tuan, tadi ada yang mencuri pakaian milik Tuan. Lalu karena aku takut dimarahi Tuan, jadi aku bunuh diri dengan meminum racun di dalam kendi itu,” jawab Abu Nawas seperti tidak terjadi apa-apa.

Untuk diketahui, Abu Nawas merupakan seorang penyair yang pandai dalam merangkai kata-kata. Ia juga dikenal memiliki selera humor tinggi yang membuatnya sering dipanggil menghadap Baginda Raja Harun Ar-Rasyid. Meskipun tingkahnya sangat nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang jujur. []