News

Pimpinan MPR: Nilai-nilai Kebangsaan Penting untuk Bangun Karakter Generasi Penerus

Kreativitas yang berimbas positif pada peningkatan pemahaman masyarakat


Pimpinan MPR: Nilai-nilai Kebangsaan Penting untuk Bangun Karakter Generasi Penerus
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menilai jika memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus merupakan langkah mendesak untuk membangun karakter bangsa.

Hal itu disampaikannya saat menerima Dewan Kehormatan NU Circle (NUC), Lili Chodidjah Wahid, di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI di Jl Denpasar Raya 12, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021).

"Merupakan langkah yang tepat bila dalam setiap kegiatan juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki kepada generasi penerus bangsa," ujar Lestari.

Lestari mengatakan, kreativitas yang berimbas positif pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan harus didukung segenap elemen bangsa.

Karena, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, di era dengan berbagai perubahan yang berlangsung cepat saat ini, dasar anak bangsa dalam berperilaku dan bermasyarakat memerlukan panduan yang tepat dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan yang diwarisi oleh para pendiri bangsa.

"Tanpa pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dikhawatirkan generasi penerus bangsa dipengaruhi nilai-nilai yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa," terangnya.

Apalagi, lanjut Rerie, di era industri 4.0 yang sarat teknologi dan era globalisasi yang tanpa batas seperti saat ini, penyebaran nilai-nilai dari luar dan diserap anak bangsa berlangsung secara masif.

Selain itu, Rerie juga mengingatkan, jika nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, mampu membentengi generasi penerus bangsa dari paham atau nilai-nilai yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Sebab menurutnya, nilai-nilai persatuan, kebinekaan, musyawarah untuk mufakat dan gotong-royong yang terkandung dalam Pancasila mampu memperkuat karakter kebangsaan setiap warga negara.

"Karena, hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu memenangi persaingan dan menjawab tantangan di masa datang," tegasnya.[]