News

Pimpinan KPU RI Pastikan Tim Verifikasi Transparan: Kami Orang Baik

Semua nomor handphone termonitor oleh ketua tim ketua verifikasi pak Sekjen.


Pimpinan KPU RI Pastikan Tim Verifikasi Transparan: Kami Orang Baik
Pimpinan KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP dalam peninjauan proses verifikasi dokumen persyaratan partai politik (parpol) calon peserta pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (7/8/2022). (Oktaviani )

AKURAT.CO, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) Hasyim Asyari memastikan jika tim verifikasi tersebut seluruhnya berasal dari anggota KPU dan resmi dibuatkan Surat Keterangan (SK) oleh Sekretariat Jenderal KPU RI Bernad Dermawan.

Hal itu disampaikan oleh Hasyim bermula dari pertanyaan Ketua DKPP, Prof. Muhammad yang kebetulan ikut meninjau proses verifikasi dokumen persyaratan partai politik (parpol) calon peserta pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (7/8/2022).

"Jadi KPU membuat surat tugas kepada Sekjen untuk memimpin tim verifikasi kemudian berdasarkan itu sekjen membuat SK pembentukan tim-tim kelompok berapa, namanya siapa, penanggung jawabnya siapa," terang Hasyim dalam kegiatan peninjauan proses verifikasi dokumen persyaratan parpol di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (7/8/2022).

baca juga:

"Kemudian tentang apa yang harus dikerjakan, apa ruang lingkup tugasnya," sambungnya.

Kemudian, Ketua DKPP, Prof Muhammad kembali menanyakan soal transparansi tim verifikasi dalam menggunakan telepon. Hasyim menyebut bahwa dirinya sudah meminta Sekjen untuk memonitoring.

"Jadi teman-teman tim verifikator ini manusia biasa prof. Semua nomor handphone termonitor oleh ketua tim ketua verifikasi Pak Sekjen. Jadi semuanya telepon monitor semuanya terkontrol. Kami itu orang baik semua Insyaallah jujur semua dan harus kita mulai dari situ dulu," ujarnya 

Selain itu Hasyim juga menyatakan bahwa pihaknya tidak mengambil sumpah jabatan dari tim verifikasi. Baginya cukup dengan SK tanpa harus disumpah sebab ini bukan jabatan, namun penugasan.

"Sumpah jabatannya masing-masing sebagai ASN (PNS) ataupun pejabat misalkan kan ketua timnya ada kepala biro ada instruktur Kan semuanya pejabat yang diberikan dengan sumpah jabatan itu," tandasnya.[]