News

Pimpinan KPK Benarkan Eks Wali Kota Cimahi Jadi Tersangka Lagi

Kasus tersebut diketahui merupakan pengembangan dari perkara yang juga menjerat eks penyidik KPK Stephanus Robin Patujju.


Pimpinan KPK Benarkan Eks Wali Kota Cimahi Jadi Tersangka Lagi
Ajay usai diringkus tim penyidik KPK ke Gedung Merah Putih (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO, Mantan Wali Kota (Walkot) Cimahi Ajay Muhammad Priatna kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dan pemberian suap eks penyidik KPK.

Kasus tersebut diketahui merupakan pengembangan dari perkara yang juga menjerat eks penyidik KPK Stephanus Robin Patujju.

Hal itu juga telah dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dijumpai awak media di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi.

baca juga:

"Sudah lah (Sudah jadi tersangka KPK)," jelas Alex.

"Kalau gak salah itu pernah terungkap ya di sidangnya Robin Pattuju itu ya. Suap ya, mungkin itu. Tapi nanti pasti akan disampaikan ketika ditahan kan kita omongkan juga," ujarnya.

Meski begitu Alex tak mengetahui pihaknya bakal langsung melakukan penahanan atau tidak kepada Ajay. Namun ia meminta agar masyarakat bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan Ajay hari ini.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyebut saat ini Ajay masih dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK.

"Tim KPK saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan perkembangannya secara rinci akan segera disampaikan," ujarnya.

Ali mengungkapkan pengembangan kasus Ajay berkaitan dengan fakta persidangan kasus suap perkara yang menjerat Robin dan Maskur. Ia memastikan pengembangan perkara tersebut bakal ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

"KPK juga terus berupaya penanganan tindak pidana korupsi berjalan secara efektif agar segera memberi kepastian hukum kepada pihak-pihak terkait," ucap Ali.

Ajay terpantau dijemput dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, ke Gedung KPK Jakarta pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dia dibawa penyidik setelah menjalani masa tahanan dalam kasus gratifikasi proyek rumah sakit.

Sebelumnya Ajay divonis penjara dua tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung pada 25 Oktober 2021. Ia terbukti menerima gratifikasi berkaitan dengan proyek pengembangan Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda di Cimahi, Jawa Barat.

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sulistiyono, Ajay terbukti bersalah dan dijatuhkan pidana penjara selama dua tahun. Ia juga dikenakan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.[]