News

Pimpinan Komisi IX Minta Aparat Tindak Tegas Kecurangan Harga Tes PCR

Sudah nyata melanggar apa yang menjadi perintah dari Presiden Jokowi


Pimpinan Komisi IX Minta Aparat Tindak Tegas  Kecurangan Harga Tes PCR
Warga menjalani swab test atau tes usap PCR di GSI Lab, Jakarta, Senin (16/8/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena merespon terkait melambungnya harga tes swab PCR yang terjadi di beberapa daerah.

Dia meminta agar aparat hukum melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang telah melakukan kecurangan harga tes swab PCR.

"Karena sudah nyata melanggar apa yang menjadi perintah dari Presiden Jokowi. Dalam situasi saat ini, kita tidak boleh memberi toleransi kepada orang-orang yang dengan sengaja tidak menjalankan perintah Presiden Jokowi," kata Melki kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Selain itu, Melki juga meminta Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya untuk memberikan seruan yang luas agar tidak memanfaat kesulitan di tengah pandemi.

"Padahal ini upaya untuk menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Guna mengupayakan adanya upaya PCR yang adil dan merata di negeri ini. Harga terjangkau, ada percepatan untuk melakukan proses pengujian tidak lebih dari 12 jam," ungkapnya.

"Sehingga harga tidak menjadi satu hal yang bisa dimainkan dengan berbagai argumentasi waktu lebih cepat lebih mahal," sambungnya.

Menurutnya, pemerintah mesti membuka ruang yang seluas-luasnya terhadap para pihak yang mampu mengupayakan adanya alat swab PCR yang bagus, murah, terjangkau.

"Pegerakan orang perlu dipersiapakan PCR swab, bisa juga adakan mobile PCR. Tidak boleh lebih, kalau lebih harus ditindak aparat dan harus tersebar di pelosok negeri, terutama di ibu kota provinsi," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah memperbarui aturan perjalanan udara melalui Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali.

Di dalam Inmendagri itu terdapat poin syarat untuk penumpang transportasi udara Jawa-Bali diwajibkan tes PCR meskipun sudah dua kali divaksin.

Sementara di aturan sebelumnya calon penumpang hanya perlu menyerahkan hasil rapid antigen. Perubahan ini disebut-sebut terkait adanya izin 100 persen kapasitas penumpang pesawat.[]