News

Pimpinan Komisi IX Imbau Masyarakat Tak Lengah Meski Peraturan Copot Masker Diperbolehkan

"Kita semua sebagai masyarakat Indonesia merespon dengan bijak segala pesan-pesan pemerintah"


Pimpinan Komisi IX Imbau Masyarakat Tak Lengah Meski Peraturan Copot Masker Diperbolehkan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi IX DPR RI dengan Sekda Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja beserta jajaran di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021). (DPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena mengimbau masyarakat untuk tidak lengah meski pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker oleh sebagaimana telah diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebab menurut Melki, saat ini melihat bahwa ada kecenderungan akan peyakit-penyakit baru dan belum juga bisa dijelaskan. Seperti Hepatitis Akut Mistereius yang masuknya melalui saluran pencernaan dan pernapasan.

"Nah tentu kita semua sebagai masyarakat Indonesia merespon dengan bijak segala pesan-pesan pemerintah, Presiden, Menkes hingga Satgas Prof Wiku sehingga kita lebih hati-hati dalam menjalankan aktivitas di luar ruang atau transportasi publik," ujar Melki kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

baca juga:

Seperti pesan Presiden Jokowi, kata Melki, agar ruang tertutup dan transportasi publik dan kerumunan tetap menggunakan masker dan itu harus menjadi pegangan bagi seluruh masyarakat.

"Kita makai secara bijak untuk dari setiap (pribadi, rekan kerja, dan kolega) di kantor, di tempat pendidikan, di kebun, sawah, laut misalnya bagi nelayan dan petani harus tetap menjalani protokol kesehatan," paparnya.

"Dan bagi orang di sekitar kita yang sakit supaya tetap mengingatkan agar menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan terutama yang punya gejala batuk, pilek seperti penderita Covid-19 harus tetap menjaga protokol kesehatan," sambungnya.

Selain itu Melki menambahkan, keputusan tersebut sebagai sebuah catatan Presiden yang perlu disikapi dengan bijak sehingga masyarakat juga tentu mendengar masukan dari berbagai pihak. Baik dari Epidemiolog dari para penyelenggara-penyelenggara kesehatan rumah sakit tentu juga menjadi catatan yang menyempurnakan arahan Presiden tersebut dengan cara.

"Pertama masyarakat masih harus melakukan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin sebagaimana waktu yang telah kita laksanakan dengan baik," pungkasnya.[]