Olahraga

Pimpin Tim Kerja Sanksi WADA, Okto Langsung Petakan Solusi

Tim ini ditugaskan pemerintah untuk melakukan akselerasi dan investigasi atas sanksi yang diberikan WADA terhadap LADI.


Pimpin Tim Kerja Sanksi WADA, Okto Langsung Petakan Solusi
Ketua Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari (Dok. NOC Indonesia)

AKURAT.CO, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari langsung bergerak cepat usai ditunjuk sebagai Ketua Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA oleh Menpora Zainudin Amali, Senin (18/10).

Tim ini ditugaskan pemerintah untuk melakukan akselerasi dan investigasi atas sanksi yang diberikan WADA terhadap LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia). Pria yang akrab disapa Okto itu berjanji akan berusaha optimal membantu LADI terbebas dari sanksi WADA.

Banned WADA terhadap LADI selama satu tahun. Kami akan berusaha agar LADI bisa segera terbebas sanksi,” kata Okto, Senin (18/10).

“Segala usaha akan kami tempuh, tetapi perlu diingat sanksi ini diberikan WADA kepada LADI, sehingga harus LADI sendiri yang menyelesaikan kekurangan-kekurangan yang dibutuhkan.”

Awal Oktober lalu, WADA menyatakan LADI menjadi salah satu dari tiga badan anti-doping negara (NADO) yang dinyatakan tidak patuh dalam menjalankan Kode Anti-Doping, yang berimbas terhadap penangguhan hak-hak Indonesia di kancah internasional.

Bergerak cepat, Okto langsung memetakan solusi yang dapat ditempuh. Ia menargetkan Tim dapat menghimpun semua data dan permasalahan LADI dalam satu bulan ke depan

Selain itu, ia juga akan mulai melakukan pendekatan-pendekatan eksternal kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) hingga membantu memfasilitasi komunikasi LADI dengan WADA.

Rencananya setelah menghadiri General Assembly Association of National Olympic Committees (ANOC) di Crete, Yunani, 24-25 Oktober, Okto bakal langsung bertolak ke markas besar Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Laussane, Swiss untuk melakukan koordinasi secara langsung.

“Ada beberapa event olahraga yang diikuti Indonesia dan juga digelar di Indonesia pada akhir tahun ini. Kami ingin memastikan agar kegiatan tersebut bisa terselenggara,” ujar Okto.

“Namun, kejadian saat ini juga menjadi contoh bahwa Indonesia tidak bisa terlepas dari regulasi tatanan olahraga dunia. Informasi yang kami terima dalam meeting tadi pagi akan didalami oleh Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA.”

Terkait komposisi Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, berdasarkan arahan Menpora tim inti hanya berisikan tujuh orang, yang terdiri dari Ketua NOC Indonesia, Sekjen NOC Indonesia Ferry J Kono, dua perwakilan LADI, dua perwakilan induk federasi olahraga, dan satu perwakilan pemerintah.

Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA selanjutnya akan dibantu para ahli yang dibagi dalam tiga kelompok, yakni akselerasi, investigasi, dan komunikasi.[]