News

Pilpres Ekuador Dimenangkan Bankir, Disambut Gembira oleh Investor Asing

Pilpres Ekuador Dimenangkan Bankir, Disambut Gembira oleh Investor Asing


Pilpres Ekuador Dimenangkan Bankir, Disambut Gembira oleh Investor Asing
Kemenangan Guillermo Lasso dalam Pemilu Ekuador melawan tren kemenangan elektoral sayap kiri di Amerika Latin (The Guardian)

AKURAT.CO, Bankir Ekuador Guillermo Lasso berhasil memenangkan Pemilihan Presiden pada Minggu (11/4), mengalahkan ekonom sayap kiri Andres Arauz. Dengan begitu, negara tersebut akan berada di jalur yang mempertahankan kebijakan pasar terbuka, alih-alih kembali ke sosialisme.

Dilansir dari Reuters, Arauz mengakui kekalahannya setelah meraup 47,5 persen suara dibandingkan dengan Lasso yang meraih 52,5 persen suara. Proses penghitungan suara pun telah mencapai 97 persen, menurut angka yang dirilis oleh Dewan Pemilu Nasional.

Dalam pidatonya kepada para pendukungnya, Arauz berjanji akan menelepon Lasso dan mengucapkan selamat atas kemenangannya.

"Hari ini, seluruh warga Ekuador telah memutuskan masa depan mereka. Mereka telah menggunakan suaranya untuk mengungkapkan kebutuhan akan perubahan dan keinginan untuk hari-hari yang lebih baik," ucap Lasso yang disambut sorak-sorai pendukungnya.

Kemenangan Lasso pun akan disambut oleh investor asing yang dibuat kaget oleh janji Arauz akan pengeluaran sosial yang ekstensif untuk mengatasi keuangan pemerintah yang lemah dan ekonomi yang terpuruk. Kemenangan Lasso juga melawan tren kemenangan elektoral sayap kiri di Amerika Latin, termasuk Argentina, Chili, dan Bolivia. Lasso akan mulai menjabat pada 24 Mei.

Ekonomi negara pengekspor minyak itu sudah lemah karena harga minyak mentah anjlok saat wabah virus corona dimulai. Pandemi pun mendorong sepertiga dari jumlah populasi lebih dari 17 juta jiwa ke jurang kemiskinan dan membuat setengah juta orang menganggur.

Sementara itu, Presiden Lenin Moreno memberlakukan upaya penghematan ketat sebagai bagian dari perjanjian pembiayaan USD 6,5 miliar dengan Dana Moneter Internasional. Namun, langkah ini gagal menggenjot perekonomian.

Menurut data Dewan Pemilu, ada 1,6 juta suara yang abstain. Kemungkinan ini merupakan hasil dari aktivis pribumi Yaku Perez yang meminta para pendukungnya merusak surat suara mereka.

Perez mencalonkan diri dalam Pemilu putaran pertama pada bulan Februari. Namun, ia kalah tipis dari Lasso, sehingga gagal maju di putaran kedua. Kekalahannya pun ia kaitkan dengan kecurangan Pemilu. Meski begitu, ia tak memberikan bukti atas klaim kecurangan tersebut. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu