News

Pilpres 2024, SMRC: Partai NasDem Kemungkinan Tidak ke Prabowo dan PDIP

Saiful Mujani memprediksi PDI-Perjuangan tidak akan berkoalisi dengan Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024.


Pilpres 2024, SMRC:  Partai NasDem Kemungkinan Tidak ke Prabowo dan PDIP
Dosen politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. (saifulmujani.com)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani memprediksi PDI-Perjuangan tidak akan berkoalisi dengan Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024.

Saiful memperkirakan bahwa Partai NasDem yang akan berkoalisi dengan Partai Demokrat.

"Partai mana yang mau gabung dengan Prabowo atau AHY? Atas dasar bacaan terhadap elite partai, PDIP sudah hampir dipastikan tidak ke AHY. NasDem kemungkinan tidak ke Prabowo. PDIP dan NasDem mungkin tak bersama-sama lagi. NasDem ke AHY? mungkin. Partai lain? Golkar?," tulis Saiful Mujani sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @Saiful_Mujani pada Senin (8/11/2021).

baca juga:

Menurut Saiful, Partai Golkar kemungkinan merapat dengan Prabowo maupun AHY. Namun, hal itu tergantung posisi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dapat posisi calon presiden atau calon wakil presiden.

"Tergantung siapa peluang lebih baik untuk menang, Prabowo atau AHY? Kalau Puan berpasangan dengan Prabowo maka Golkar mungkin tak ke Prabowo. Bila kans AHY baik, Airlangga bisa sama AHY," imbuhnya.

Saiful mengatakan, apabila merujuk presidential threshold koalisi Prabowo-Puan dan AHY-Airlangga sudah cukup mumpuni.

"Partai lain? Mencalonkan Muhaimin? Mungkin, tapi belum terlihat tanda-tanda belum terlihat gejala Muhaimin bisa unggul atas Prabowo maupun AHY. Lalu? Tidak ada lagi ketua partai yang bisa diandalkan," terangnya.

Dia menyebut, dalam kondisi stok yang sudah tidak ada lagi yang kompetitif dari para ketua partai, jalan keluarnya hanya dua. Pertama, lanjut Saiful, gabung dengan AHY atau Prabowo, atau cari alternatif di luar petinggi partai.

"Kalau dilihat dari sentimen pemilih, ada sejumlah nama di luar ketua partai yang menunjukan gejala dukungan kuat dari rakyat: Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Khofiffah, di antara nama-nama ini Ganjar unggul cukup jauh, bahka besar peluangnya untuk mengalahkan semua calon," jelasnya.[]