News

Pilpres 2024 Masih Jauh, PDIP Pastikan Tak Akan Koalisi Dengan PKS dan Demokrat

Sekjen DPP Partai Demokrat Hasto Kristyanto menegaskan sikap politik PDIP dalam mencari mitra koalisi menghadapi Pilpres 2024.


Pilpres 2024 Masih Jauh, PDIP Pastikan Tak Akan Koalisi Dengan PKS dan Demokrat
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Sekjen DPP Partai Demokrat Hasto Kristyanto menegaskan sikap politik PDIP dalam mencari mitra koalisi menghadapi Pilpres 2024. PDIP membuka peluang berkoalisi dengan partai lain kecuali PKS dan Demokrat. 

Pernyataan Hasto itu menjawab pertanyaan terkait peluang Koalisi PDIP-Gerindra pada 2024 mendatang. Dia beralasan, dua partai tersebut memiliki idiologi yang sama. Yakni sama-sama nasionalis. 

"Kami membuka diri. Pernyataan mas Muzani (Sekjen Gerindra) karena memang melihat bagaimana kedekatan hubungan antara Pak Prabowo dengan Ibu Megawati. Karena selain aspek idiologi, faktor kedekatan kultural, kedekatan organisasi, kedekatan basis massa, kedekatan strategi untuk memperluas basis massa itu juga akan jadi pertimbangan," kata Hasto dalam sebuah diskusi virtual melalui YouTube Parasyndicate, Sabtu (29/5/2021). 

Tetapi, kata dia, PDIP tidak akan mungkin berkoalisi dengan PDIP. Sebab, kata dia, kedua partai itu berbeda secara idiologis. Dia mengatakan harus mengatakan itu jauh-jauh hari sebelum Pemilu 2024.

"PDIP berbeda dengan PKS karena basis idiologinya berbeda. Sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. itu saya tegaskan sejak awal," katanya. 

Sementara, koalisi juga tak akan terwujud dengan Partai Demokrat. Menurut Hasto, secara idiologi maupun DNA partai, Demokrat tidak akan digandeng PDIP untuk berkoalisi menghadapi Pilpres 2024 mendatang. Karena itu, setiap usaha menyatukan dua partai dalam poros koalisi politik tingkat nasional hanya akan berakhir sia-sia. 

"Dengan Demokrat itu berbeda. Idiologinya berbeda. Kami bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan DNA kami berbeda dengan Demokrat. Ini tegas-tegas aja supaya tidak ada juru-juru nikah yang ingin mempertemukan hal tersebut karena beda karakternya, beda Naturenya dan ini beda," katanya. 

Sementara dengan partai lain semisal PAN, PPP dan PKB, kata Hasto, PDIP membuka diri dengan alasan-alasan masing-masing.