News

Pilpres 2024 Bukan Zaman Prabowo, Indonesia Butuh Tokoh Usia 50 Tahun, Siapa?

Ronnie H Rusli menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak termasuk calon presiden di Pilpres 2024 yang dibutuhkan Indonesia.


Pilpres 2024 Bukan Zaman Prabowo, Indonesia Butuh Tokoh Usia 50 Tahun, Siapa?
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Instagram/prabowo)

AKURAT.CO, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Ronnie H Rusli menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak termasuk calon presiden di Pilpres 2024 yang dibutuhkan Indonesia.

Ronnie menuturkan, Indonesia membutuhkan tokoh lebih muda dari Prabowo untuk menjadi Presiden. Dia mengatakan tokoh berusia sekitar 50 tahun yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin.

"Semua semakin dinamis (ada banyak calon) di tahun 2024 dan pasti sudah bukan zaman Prabowo lagi untuk nyapres karena umur sudah 73 tahun. 2024 dibutuhkan yang berusia 50an tahun untuk memimpin negara ini. Siapa? nanti akan muncul saya juga gak tahu pastinya," kicau Ronnie sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @Ronnie_Ruslie pada Selasa (31/8/2021). 

Meski begitu, elektabilitas Prabowo berdasarkan penelitian lembaga survei masih menduduki posisi lima besar.

Semisal, dalam survei nasional Charta Politika Indonesia bertajuk Evaluasi Kebijakan & Peta Politik Masa Pandemi yang dirilis di Jakarta, pada Kamis (12/8/2021) lalu, nama Prabowo berada di posisi ketiga, sedangkan diposisi kedua terdapat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan posisi pertama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar merupakan pria kelahiran 28 Oktober 1968. Sedangkan Anies Baswedan, pria kelahiran 7 Mei 1969.

Survei Indostrategic lebih mengejutkan. Di mana elektabilitas Prabowo Subianto berada di posisi teratas.

"Nama pak Prabowo teratas," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam konferensi pers virtual, Selasa (3/8/2021).

Survei digelar pada 23 Maret-1 Juni 2021 melalui wawancara tatap muka. Jumlah sampel sebanyak 2.400 responden yang tersebar di 34 provinsi dengan menggunakan asumsi multi-stage random sampling, angka margin of error +/-2%.

Umam mengatakan elektabilitas cukup tinggi bisa jadi modal bagi Prabowo untuk maju capres 2024. Ia mengatakan elektabilitas Prabowo cukup konsisten menempati posisi atas meskipun sempat ada kekhawatiran dan perspektif lain dari pendukungnya karena bergabung ke pemerintah. 

"Besar kemungkinan salah satu faktor yang mempengaruhi adalah post election effect. Bagaimanapun juga Pak Prabowo sudah berinvestasi selama tiga kali pilpres sehingga menempatkan nama beliau terhadap memori politik publik," tutur Umam.

Posisi kedua ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Survei memotret elektabilitas Anies tidak jauh beda dengan Prabowo, yakni 17,0 %. Terkait ini, Umam membaca posisi Prabowo belum cukup aman untuk menjadi capres potensial 2024. 

"Anies nempel ketat. Secara statistik tidak ada perbedaan 17,5 persen dengan 17,0 persen. Nah besar kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh besarnya media covered dari peran yang bersangkutan dari proses penanganan masa pandemi covid-19,” ujarnya. 

Posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 8,1%. Umam mengatakan basis pemilih Jawa relatif memberikan dukungan kepada Ganjar.

"Mulai dari Banten, Jabar tidak terlalu tinggi, tapi ketika masuk ke Jawa Tengah, Yogja dan Jatim nama Ganjar relatif terjaga," ujarnya.[]