News

Pilkada 2020, KPU Berencana Terapkan e-Rekap Secara 'Piloting'


Pilkada 2020, KPU Berencana Terapkan e-Rekap Secara 'Piloting'
Petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melakukan proses rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan di GOR Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (20/4/2019). Rekapitulasi surat suara kecamatan Kembangan mulai dihitung kembali dari TPS yang ada di enam wilayah kelurahan yang telah selesai pencoblosan pada 17 April 2019 yang lalu. Adapun enam wilayah yaitu Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Meruya, Joglo, Srengseng, Meruya Utara dan Meruya Selatan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Rekapitulasi secara elektronik (e-rekap) hasil suara rencananya hanya akan diterapkan di wilayah-wilayah tertentu yang dipilih (piloting) sebagai pilot project pada Pilkada Serentak 2020 mendatang.

"Piloting ini jangan dianggap uji coba, tapi penerapan di beberapa daerah tertentu," ungkap Komisoner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, dalam diskusi di kantor Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

Pramono mengatakan bahwa KPU ingin proses e-rekap ini berjalan secara bertahap. Pasalnya, Pramono mengakui, di internal KPU sendiri masih ada perdebatan apakah akan diselenggarakan di seluruh daerah atau hanya daerah tertentu sebagai pilot project saja.

Namun, Pramono tak menyebutkan wilayah mana saja yang akan menerapkan e-rekap. Sebab, menurut Pramono, hal itu masih dalam proses diskusi dan sedang dalam tahap menyiapkan sistem perangkat e-rekap dengan para pemangku kebijakan terkait.

"Karena ini jadi pengalaman pertama dalam penyelenggaraan pilkada kita, tentu KPU akan berhati-hati dalam menentukan kabupaten atau provinsi mana yang akan kita terapkan e-rekapitulasi pertama," katanya.

Pramono menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan diskusi panjang dalam menentukan penerapan e-rekap itu, apakah akan di satu wilayah atau di daerah tertentu dan juga terkait teknisnya akan seperti apa.

"Ini masih perlu kita pertimbangkan banyak hal," ujarnya.

Pramono menambahkan, sebelum diterapkan, e-rekap itu perlu melalui proses uji coba agar bisa meyakinkan bahwa sistemnya bisa dilaksanakan dan tidak akan ada masalah di kemudian hari.

"Kita harus pastikan secara sistem, prosedur dan secara SDM kita bisa melaksanakan itu," ungkapnya.[]