Ekonomi

Pilih Mana, Dana Darurat atau Investasi?

Setelah dana darurat terpenuhi, pendapatan bisa mulai digunakan untuk berinvestasi.


Pilih Mana, Dana Darurat atau Investasi?
Penjual uang baru pecahan receh berada di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (10/5/2021). (AKURAT.CO/Ikhwan Fajar Ramadhan)

AKURAT.CO  Mengelola keuangan menjadi semakin penting di masa pandemi virus corona ini agar kebutuhan hidup bisa terpenuhi di tengah kondisi yang tidak menentu.

"Prioritaskan kebutuhan utama kita dulu," kata CEO Finansialku, Melvin Mumpuni, saat webinar FinanSiap bersama GoPay, Rabu (28/7/2021) dilansir dari Antara.

Di masa pandemi ini, Melvin, yang juga perencana keuangan, seseorang perlu memiliki dana darurat, yang besarannya bergantung pada pengeluaran dan jumlah tanggungan.

Menurut dia, dana darurat bisa berjumlah enam hingga 12 kali dari jumlah pengeluaran setiap bulan.

Misalnya, seorang lajang dengan pengeluaran bulanan Rp5.000.000 maka dana darurat yang dibutuhkan adalah Rp5.000.000 x 6.

Sementara bagi yang sudah menikah dan belum memiliki anak, dana darurat yang dibutuhkan mulai dari sembilan kali pengeluaran setiap bulan.

Dana darurat bisa disimpan di rekening tabungan atau instrumen lainnya yang sekiranya tidak mengurangi nilai pokok.

Dana darurat sebaiknya ditempatkan di instrumen keuangan yang likuid atau mudah dicairkan sewaktu-waktu.

Berbicara mengenai waktu yang tepat untuk mengumpulkan dana darurat, menurut Melvin, secepatnya, bahkan bisa sejak awal seseorang masuk dunia kerja.