News

Pilih Bersekutu dengan Putin, Serbia Tolak Ikut-ikutan Uni Eropa untuk Sanksi Rusia

Pilih Bersekutu dengan Putin, Serbia Tolak Ikut-ikutan Uni Eropa untuk Sanksi Rusia
Menteri Dalam Negeri Serbia Aleksandar Vulin (kiri) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kanan) bertemu di Moskow pada Senin (22/8) (Layanan Pers Kementerian Luar Negeri Rusia via AP)

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri Serbia, Aleksandar Vulin telah bertemu dengan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Pertemuan keduanya berlangsung di Moskow, dan menjadi kunjungan langka di mana seorang pejabat dari Eropa datang ke Rusia. 

Lawatan pejabat Serbia itu juga pada akhirnya menyoroti penolakan negaranya untuk bergabung dengan Eropa dalam memberi sanksi kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Vulin sendiri memang telah lama dikenal dengan sikapnya yang pro-Rusia dan anti-Barat. Selama pertemuannya dengan Lavrov pada Senin (22/8), ia menegaskan bahwa Serbia adalah satu-satunya negara di Eropa yang tidak memberlakukan sanksi dan bukan bagian dari 'histeria yang anti-Rusia'.

baca juga:

Serbia secara resmi mengajukan keanggotaan Uni Eropa (UE) pada Desember 2009. Namun, selama bertahun-tahun, negara ini justru telah menjauh dari jalur UE, dan bergerak menuju China serta sekutu tradisional Slavia-nya, Rusia.

Dalam pemerintahan Serbia, Vulin juga dilabeli sebagai 'pria Moskow'. Dia telah menganjurkan penciptaan akan 'Dunia Serbia', yang akan menyatukan semua orang Serbia di Balkan di bawah satu bendera, yang dipimpin oleh Presiden Serbia Aleksandar Vucic.

Vulin pernah mengatakan bahwa Serbia harus meninggalkan tujuan keanggotaan UE, dan sebaliknya beralih ke Moskow. Selain itu, ia juga kerap mengecam negara-negara tetangga Serbia, bersama dengan para pemimpin mereka yang dipanggilnya dengan sebutan menghina.

Tahun lalu, Vulin membentuk apa yang disebut sebagai 'kelompok kerja' dengan Nikolai Patrushev, sekretaris kuat Dewan Keamanan Kremlin. Tujuan kampanye ini adalah untuk melawan 'revolusi warna', serangkaian protes massa yang terkadang menyebabkan penggulingan rezim di bekas Uni Soviet, bekas Yugoslavia, Timur Tengah dan Asia.

-'Penyadapan dan pelanggaran internasional'- 

Pertemuan antara Vulin dan Patrushev terjadi di Moskow pada akhir tahun lalu. Namun, terungkap oleh media independen bahwa Vulin menyerahkan Patrushev hasil penyadapan dari sebuah pertemuan di ibu kota Belgrade, yang diadakan oleh para anggota oposisi Rusia.