News

Pihak Kepolisian Naikkan Status Penyidikan Dugaan Korupsi DAU 2016


Pihak Kepolisian Naikkan Status Penyidikan Dugaan Korupsi DAU 2016
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono ()

AKURAT.CO, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua telah meningkatkan status perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 dari penyelidikan ke tahap penyidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang yang menelan anggaran hingga Rp 5 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono saat dihubungi wartawan, Senin (25/9).

"Peningkatan perkara ini dilakukan setelah kepolisian memeriksa empat orang saksi terkait dugaan korupsi pembangunan jalan poros pada lima Kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang," jelasnya.

Adapun lima kampung diantaranya, jalan di Kampung Aldom Silifmata Distrik Oksibil, jalan di Kampung Parim Yakmor Dostrik Seram Bagor, jalan di Kampung Iriding Okbunding Distrik Okibab, jalan di Kampung Okbon Minumbik dan jalan di Kampung Pepera Bungor Distrik Pepera.

Ia mengatakan, empat orang yang diperiksa sebagai saksi itu adalah oknum pegawai di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemda Pegunungan Bintang dan pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, ada tiga orang yang nanti akan kita tingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, kemungkinan penetapannya akan berlangsung pada minggu ini,” ungkapnya.

“Proyek ini seharusnya dikerjakan dalam satu paket pekerjaan, namun dipecah menjadi lima proyek dengan nilai untuk masing-masing kegiatan sebesar Rp1 miliar,” sambungnya.

Selain itu, Edi juga menjelaskan, dari hasil penyelidikan pekerjaan itu ternyata fiktif dan realisasinya 100 persen. Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu perhitungan kerugian negara dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Disinggung adanya laporan dari warga terkait dugaan kasus korupsi yang mencapai miliaran rupiah itu, Edy pun membenarkan akan hal itu.

“Ya, kami sudah menerima laporannya. Kini penyelidikan atas laporan itu sudah dilakukan. Namun, banyaknya perkara dugaan korupsi disana, tentu akan kami selesaikan secara bertahap,” pungkasnya.[]