News

Pidato di Parlemen, Presiden Turki Sebut 'Yerusalem Adalah Kota Kami'

Pidato di Parlemen, Presiden Turki Sebut 'Yerusalem Adalah Kota Kami'
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (AFP)

AKURAT.CO, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyiratkan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Turki. Hal itu didasarkan pada kendali Kekaisaran Ottoman atas kota itu selama beberapa abad di era modern.

“Di kota yang harus kami tinggalkan dengan air mata selama Perang Dunia Pertama, masih mungkin untuk menemukan jejak perlawanan Ottoman. Jadi Yerusalem adalah kota kami, kota dari kami,” katanya dalam pidato di hadapan anggota parlemen Turki di Ankara pada Kamis (1/10), dilansir Times of Israel.

“Kiblat pertama kami (arah salat dalam Islam) Al-Aqsa dan Dome of the Rock di Yerusalem adalah masjid simbolis iman kami. Selain itu, kota ini adalah rumah bagi tempat-tempat suci agama Kristen dan Yudaisme.” tambahnya.

baca juga:

Kekaisaran Ottoman memerintah atas Yerusalem dari tahun 1516 hingga 1917. Turki modern sebagai negara penggantinya, telah lama menekankan hubungannya yang abadi dengan kota suci tersebut. Turki juga konsisten mengecam langkah Israel untuk menguasai Yerusalem serta pengakuan pemerintah AS pada Desember 2017 bahwa Yerusalem adalah milik Israel.

Di sisi lain, Israel telah menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota sejak negara itu didirikan. Orang-orang Yahudi juga memiliki sejarah ribuan tahun di kota itu, yang didukung oleh penemuan arkeologi.

Selama pidato pembukaan sesi legislatif baru parlemen Turki itu, Erdogan menghabiskan beberapa menit untuk membahas nasib Yerusalem dan penderitaan rakyat Palestina.

"Krisis lain yang diikuti oleh negara kami dan bangsa kami dengan hati-hati adalah penindasan Israel terhadap Palestina dan praktik-praktik acuh tak acuh yang mengabaikan privasi Yerusalem," katanya.

“Masalah Yerusalem bukanlah masalah geopolitik biasa bagi kami. Pertama-tama, tampilan fisik Kota Tua saat ini, yang merupakan jantung Kota Yerusalem, dibangun oleh Suleiman the Magnificent, dengan tembok, bazar, dan banyak bangunannya. Nenek moyang kami menunjukkan rasa hormat mereka selama berabad-abad dengan menjaga agar kota ini dijunjung tinggi." paparnya lagi.

Dia melanjutkan dengan bersumpah untuk "memperhatikan" masalah Palestina. Pemimpin Turki itu melanjutkan bahwa orang-orang Palestina telah tinggal di Yerusalem "selama ribuan tahun" tetapi mereka diduduki dan hak-hak mereka dilanggar.