News

Pidato di Depan PNS, Anwar Ibrahim: Pengadaan Proyek Tanpa Tender Tak Bakal Disetujui

Pidato di Depan PNS, Anwar Ibrahim: Pengadaan Proyek Tanpa Tender Tak Bakal Disetujui
Anwar Ibrahim untuk pertama kalinya berbicara kepada para pegawai negeri, pada Selasa (29/11), sejak pengangkatannya sebagai PM Malaysia (Kantor Perdana Menteri Malaysia/Sadiq Asyraf)

AKURAT.CO  Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim tidak hanya telah menolak gaji, tetapi juga menegaskan misinya untuk membangun pemerintah tanpa korupsi.

Dalam pernyataan terbarunya, Anwar pun menekankan keinginannya untuk memajukan Malaysia, tanpa harus menilik ke belakang. Guna memberangus korupsi, Anwar pun menegaskan bahwa pemerintahannya tidak bisa lagi memberikan persetujuan dan pengadaan proyek tanpa adanya proses tender. 

Anwar menekankan hal tersebut pada Selasa (29/11), saat memberi pidato pertamanya di hadapan para pegawai negeri sipil. Seperti dikutip Bernama, dia menyatakan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya tidak akan lagi membiarkan kebocoran keuangan dan korupsi.

baca juga:

"Saya mendesak semua orang (di pamong praja) untuk bekerja sebagai tim. Mari berkomitmen untuk menyelamatkan negara kita," kata PM Malaysia tersebut, yang baru saja dilantik Kamis lalu.

Anwar kemudian mengaku tak ingin mengungkit kecerobohan dari pemerintahan sebelumnya, mengatakan bahwa fokusnya hanyalah membawa Malaysia untuk maju.

"Kita harus mengembalikan citra aparatur sipil negara yang sudah tercoreng. Ini hanya dapat dilakukan melalui perubahan.

"Jika Anda melihat kelemahan dan kecerobohan sebelum ini, itu adalah sejarah. Saya tidak ingin menggali semua itu. Kita harus melihat ke depan dan mempersiapkan diri untuk masa depan," tambah Anwar, menurut Free Malaysia Today.

PM Malaysia ke-10 itu juga telah meminta para pegawai negeri untuk bekerja dengan pemerintahannya, guna membawa perubahan dan mengembalikan Malaysia ke masa kejayaannya.

Para pegawai negeri juga harus memiliki semangat 'islah', atau reformasi, demi negara, lanjut Anwar.

Menurut Anwar, reformasi diperlukan agar Malaysia bisa berubah. Mengingat, sebelumnya, Negeri Jiran mampu mencapai tingkat tertentu, tapi sayang, kemudian mengalami  penurunan ekonomi, stabilitas, dan disiplin.

Dalam pidatonya pada Selasa, Anwar juga menyinggung pentingnya pamong praja sebagai pilar negara.

"Kita mungkin tidak berhasil jika para pamong praja tidak bersama saya.

"Pemimpin datang dan pergi, tetapi pegawai negeri tetap menegakkan sistem dan aturan negara," katanya, menurut Bernama.

Anwar mengaku sangat terbantu dengan ide-ide para pegawai negeri karena mereka berpengalaman di bidangnya masing-masing. Dia pun berpesan kepada para calon anggota Kabinetnya untuk menjalin hubungan kerja yang baik dengan mereka. 

"Dengarkan pandangan mereka ... kecerdasan, keuletan, dan ketertarikan kita tidak bisa mendekati pengalaman mereka (pegawai negeri)," ucapnya.

Strategi Anwar Ibrahim Majukan Malaysia, Rangkul PNS hingga Larang Proyek Pengadaan Tanpa Tender - Foto 1
 Anwar Ibrahim berbicara kepada para pegawai negeri pada Selasa (29/11)-Kantor Perdana Menteri Malaysia/Sadiq Asyraf

Anwar mengatakan akan pergi ke departemen dan kementerian pemerintah untuk mendapatkan saran dan pandangan dari para pegawai negeri.

"Hanya dengan melakukan ini, kita dianggap sebagai keluarga yang bekerja sebagai satu tim," katanya seperti dilaporkan CNA.

Anwar dilantik sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia menyusul kebuntuan politik setelah Pemilihan Umum ke-15 (GE15), di mana hasilnya, tidak ada koalisi yang berhasil menguasai mayoritas kursi di parlemen.

Sebagai PM yang  baru, Anwar membentuk pemerintahan persatuan yang terdiri dari aliansi Pakatan Harapan, Barisan Nasional, Gabungan Parti Sarawak, Gabungan Rakyat Sabah dan mitra lainnya.

Mosi kepercayaan akan diajukan selama sesi parlemen berikutnya pada 19 Desember, sebagai ujian legitimasi atas pemerintahan yang baru.[]