News

Pidato di Belanda, Ini 5 Fakta Menarik Aeshnina Azzahra, Pelajar SMP Asal Gresik

Aeshnina Azzahra dijuluki Greta Thurnberg Indonesia.


Pidato di Belanda, Ini 5 Fakta Menarik Aeshnina Azzahra, Pelajar SMP Asal Gresik

AKURAT.CO, Nama Aeshnina Azzahra memang masih asing bagi telinga masyarakat Indonesia. Namun, bagi para aktivis lingkungan, namanya telah tumbuh menjadi salah satu sosok yang sedang banyak dibicarakan. Bahkan, ia sempat menjadi salah satu pembicara di acara Plastic Helath SUmmit 2021 yang diadakan di Belanda. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait sosok Aeshnina Azzahra. 

1. Pelajar SMP asal Gresik

Sejak kecil, sosok Nina telah terlibat dalam sejumlah agenda atau aksi lingkungan. Ditularkan oleh sang ayah yang merupakan pendiri organisasai konservasi lingkungan ECOTON, perempuan yang juga dipanggil Nina ini dekat dengan berbagai isu pencemaran sungai yang ada di wilayah Gresik dan Surabaya, Jawa Timur. 

2. Kirim surat kepada Dubes Jerman hingga Amerika Serikat

Nina muncul menjadi perbincangan sejumlah aktivis lingkungan setelah pelajar SMPN 12 Gresik ini membuat sebuah petisi dan mengirimkan surat ke sejumlah duta besar negara maju, seperti Jerman, Australia, Kanada dan Amerika Serikat. Surat tersebut berisi permintaan agar sejumlah negara luar negeri tidak mengirimkan sampahnya ke Indonesia. Alasan utama ia mengirimkan surat tersebut adalah karena desa tempat tinggalnya di Gresik menjadi salah satu wilayah yang kerap menerima sampah kiriman dari luar negeri. 

3. Lakukan kampanye melawan plastik

Surat yang dikirimkan oleh Nina tersebut mendapat respons positif dari sejumlah dubes tersebut. Bahkan, ia juga diundang oleh dubes Jerman untuk membahas persoalan tersebut. Selain itu, Nina juga telah melakukan sejumlah kampanye bersama teman-temannya. Bahkan, ia juga meminta sekolah untuk membuat peraturan terkait penggunaan plastik. Perempuan kelahiran 14 Mei 2007 tersebut juga membuat sebuah akun media sosial yang memberikan informasi terkait mikroplastik. 

4. Narasumber termuda Plastic Health Summit 2021

Setiap tahunnya, Plastic Health Summit digelar untuk terus menghadirkan solusi dalam mengatasi bahaya plastik yang merusak kesehatan dan lingkungan. Acara tersebut juga menjadi pertemuan berbagai ilmuan, tokoh, organisasi hingga sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki hubungan dengan lingkungan dan kesehatan. Nina pun diundang untuk mengisi dalam sesi Next Generation. Ia pun menjadi narasumber termuda yang hadir dalam acara tersebut. 

5. Diundang PBB

Selain menjadi narasumber dan menceritakan pengalamannya dalam mengatasi permasalahan terkait dampak plastik bagi lingkungan dan kesehatan, perempuan 14 tahun ini juga sempat menyampaikan pidato yang berhasil memukau berbagai peserta dalam acara tersebut. Bahkan, Nina juga diundang sebagai pembicara dalam konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan November di Glasgow, Inggris. 

Nantinya, Nina akan hadir dalam acara yang disebut sebagai COP26 yang menjadi tempat pertemuan dari berbagai perwakilan antar negara demi menghadirkan berbagai langkah dan kebijakan perlindungan iklim internasional. []