Olahraga

Piala Menpora 2021 Berjalan Lancar dan tanpa Insiden Signifikan

Babak semifinal akan bergulir mulai pada 15 April, di susul partai final pada 25 April.


Piala Menpora 2021 Berjalan Lancar dan tanpa Insiden Signifikan
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali (kiri) memberikan salam hormat kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kanan). ( ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut bahwa gelaran turnamen pramusim Piala Menpora 2021, yang saat ini sudah memasuki babak semifinal, dinilai berjalan dengan baik dan tanpa kendala berarti.

Amali juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan virus corona (COVID-19) pada turnamen yang berlangsung 21 Maret 2021 itu. Prosedur medis dilakukan dengan disiplin dan ketat sehingga Piala Menpora 2021 relatif terlindung dari penularan virus.

“Dari evaluasi kami mulai dari penyisihan sampai semifinal, penyelenggaraan berjalan lancar tanpa insiden signifikan yang dapat mengganggu pertandingan,” kata Amali dalam konferensi pers virtual yang diikuti di Jakarta, Rabu (14/4).

“Penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan disiplin dan serius baik itu terhadap para pemain kemudian tenaga pendukung dan mereka yang masuk ke dalam stadion.”

Politisi Partai Golkar itu juga berharap babak semifinal Piala Menpora 2021  yang bergulir mulai 15 April nanti dapat berlangsung dengan positif sampai pertandingan final pada 25 April mendatang.

“Kalau sampai akhir berjalan sukses, maka kita berharap Liga 1 dan Liga 2 bisa mendapatkan izin keramaian dari Polri dan berlangsung sukses dengan protokol kesehatan yang dijalankan serius,” ujar Menpora.

Laga perdana leg pertama semifinal turnamen pramusim Piala Menpora 2021 dilaksanakan pada Kamis (15/4) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, yang mempertemukan Persija Jakarta versus PSM Makassar. Keesokan harinya, masih di tempat sama, ada laga PSS Sleman kontra Persib Bandung.

Dian Eko Prasetio

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu