Ekonomi

PHRI: Pemerintah Belum Bayar Tagihan Biaya Pasien OTG ke Hotel Rp140 M!

sebanyak 14 hotel belum menerima pembayaran biaya akomodasi yang menjadi tempat karantina Orang Tanpa Gejala (OTG) di DKI Jakarta


PHRI: Pemerintah Belum Bayar Tagihan Biaya Pasien OTG ke Hotel Rp140 M!
Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien dalam pengawasan (PDP) kategori ringan COVID-19 melakukan senam pagi. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono mengatakan sebanyak 14 hotel belum menerima pembayaran biaya akomodasi yang menjadi tempat karantina Orang Tanpa Gejala (OTG) di DKI Jakarta.

Sutrisno menuturkan tagihan tersebut untuk untuk bulan Februari sampai Juni 2021 dengan total biaya tertunda sebesar Rp140 miliar yang belum dibayarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB).

" Ada sekitar Rp140 miliar periode Februari hingga Juni 2021. Ini mohon agar segera dicairkan karena itu (hotel) kan megap-megap sekali cashflow-nya," kata Iwan saat diskusi virtual Dampak PPKM Darurat pada Industri Hotel dan Restoran, Senin (5/7/2021).

Meski ada penunggakan namun PHRI tetap berharap program OTG tetap berlanjut, kemudian dilaksankan di hotel lainnya. Menurutnya ini membantu hotel yang saat ini sedang kesulitan meningkatan okupansi.

Hingga saat ini ada 64 hotel karantina di Jakarta yang juga bekerja sama dengan pemerintah. 

Wakil Bendahara PHRI Jakarta Lisa P Sanjoyo menyebut saat ini ada 38 hotel di Jakarta yang jadi lokasi OTG dan tempat tinggal tenaga kesehatan. Dari jumlah itu, hanya 2 sampai 3 hotel saja yang khusus untuk tenaga kesehatan.

"Dari hotel kami berharap bisa bergantian, tidak hanya hotel yang sudah ditunjuk, tapi juga yang lain," ujarnya.

Seperti diketahui, selama masa PPKM darurat yang diterapkan pemerintah mulai 3-20 Juli bakal berdampak pada tingkat okupansi hotel.

PHRI memperkirakan akan terjadi penurunan dari rata-rata saat ini 20-40%, menjadi 10-15% untuk tingkat hunian hotel non karantina (OTG, isolasi mandiri dan repatriasi).