Akurat Logo

Aksi Mendesak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Pemicu Karhutla

22 Oktober 2026, 15:59 WIB

Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026).AKURAT.CO/Endra Prakoso
Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026).AKURAT.CO/Endra Prakoso
1/9

Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Kedutaan Besar Republik Rakyat China agar meninjau kembali celah hukum perdagangan antar-negara supaya mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang. Dalam kurun waktu Januari 2024 hingga Agustus 2026, China merupakan negara tujuan ekspor terbesar berbagai komoditas dari industri sawit, industri kehutanan, serta industri pertambangan Indonesia. AKURAT.CO/Endra Prakoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikeldi atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Photo Lainnya