News

Pfizer Mulai Studi Skala Besar Obat Oral untuk Cegah Covid-19

Obat ini dirancang untuk memblokir aktivitas enzim kunci yang dibutuhkan virus untuk berkembang biak. 


Pfizer Mulai Studi Skala Besar Obat Oral untuk Cegah Covid-19
Studi tahap pertengahan hingga akhir PF-07321332 melibatkan 2.660 peserta dewasa sehat yang tinggal di rumah yang sama dengan individu terinfeksi Covid-19 bergejala (AFP )

AKURAT.CO  Pfizer pada Senin (27/9) mengumumkan bahwa pihaknya telah memulai studi skala besar yang menguji obat antivirus oral untuk pencegahan Covid-19 di antara orang-orang yang telah terpapar virus.

Mengutip Reuters hingga News18, studi Pfizer sedang berada pada tahap pertengahan hingga akhir, dengan obat oral yang diuji bernama PF-07321332. Obat ini dirancang untuk memblokir aktivitas enzim kunci yang dibutuhkan virus untuk berkembang biak. 

Menurut Pfizer, obat itu memang secara khusus diciptakan untuk antivirus oral. Pasalnya, obat semacam itu bisa berpotensi untuk diresepkan pada individu yang mulai sadar terpapar pasien dan mengalami tanda pertama infeksi. Dengan obat itu, individu tersebut tidak harus dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, dalam uji cobanya, PF-07321332 akan diberikan kepada para relawan bersama dengan ritonavir dosis rendah, obat yang banyak digunakan dalam pengobatan kombinasi untuk infeksi HIV.

Dalam pembacaan persnya, Pfizer menyebut pengujian obat PF-07321332 melibatkan hingga 2.660 peserta dewasa sehat berusia 18 tahun ke atas. Para relawan ini tinggal di rumah yang sama dengan pasien terinfeksi Covid-19 dengan gejala, kata Pfizer.

"Dengan dampak Covid-19 yang terus berlanjut di seluruh dunia, kami percaya bahwa penanganan virus akan memerlukan perawatan yang efektif untuk orang yang tertular, atau telah terpapar virus. Ini akan melengkapi manfaat yang dimiliki vaksin dalam membantu mengatasi infeksi," kata Mikael Dolsten, presiden penelitian dan pengembangan medis Pfizer.

Pfizer dan para pesaingnya, termasuk Merck & Co yang berbasis di AS dan farmasi Swiss Roche Holding AG, telah berlomba untuk mengembangkan pil antivirus pertama untuk Covid-19.

Pada awal bulan ini, Merck dan mitranya Ridgeback Biotherapeutics telah mulai mendaftarkan pasien dalam uji coba tahap akhir dari obat eksperimental molnupiravir. 

Pada waktu bersamaan, Pfizer mengatakan telah memulai uji coba tahap pertengahan hingga akhir PF-07321332 untuk pengobatan Covid-19 pada pasien dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit tetapi bergejala.

Sementara, sejauh ini, satu-satunya pengobatan antivirus Covid-19 yang disetujui AS hanyalah adalah remdesivir, obat intravena dari Gilead Sciences. Obat ini juga tercatat pernah digunakan untuk mengobati mantan Presiden Donald Trump bersama dengan deksametason.[]