News

Petugas Hanya Menunggu saat Penembakan SD Berlangsung, Kepala Polisi Uvalde Texas Diskors

Belasan petugas hanya menunggu selama 1 jam di luar kelas tanpa berbuat apa-apa ketika anak-anak SD Robb dibantai pemuda bersenjata.


Petugas Hanya Menunggu saat Penembakan SD Berlangsung, Kepala Polisi Uvalde Texas Diskors
Banyak pihak menyalahkan tak sigapnya petugas polisi Uvalde, Texas, Amerika Serikat, sehingga 19 anak dan 2 guru tewas dalam penembakan massal di SD Robb pada 24 Mei. (REUTERS)

AKURAT.CO Kepala polisi distrik sekolah Uvalde telah diskors. Sebelumnya, ia bertanggung jawab untuk mengawasi respons atas penembakan di SD yang menewaskan 19 anak dan 2 guru bulan lalu di Texas, Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Al Jazeera, pengumuman pada Rabu (22/6) ini disampaikan sehari setelah kepala departemen keselamatan publik Texas menyebut respons polisi terhadap serangan di SD Robb pada 24 Mei sebagai kegagalan yang hina.

Polisi setempat diawasi ketat sejak terungkap bahwa sebanyak 19 petugas menunggu selama 1 jam di luar dua kelas yang bersebelahan, tempat penembakan itu terjadi. Mereka tak berbuat apa-apa ketika anak-anak tergeletak tewas atau sekarat di dalam.

baca juga:

Satu tim taktis dari Patroli Perbatasan AS akhirnya berhasil masuk dan membunuh pemuda bersenjata itu.

Polisi umumnya dituntut untuk segera menghadapi penyerang sekolah, sekalipun itu membahayakan nyawa petugas.

"Dari awal peristiwa mengerikan ini, saya menginformasikan bahwa distrik akan menunggu sampai penyelidikan selesai sebelum membuat keputusan personel. Karena masih ada ketidakjelasan dan entah kapan saya akan menerima hasil investigasi, saya memutuskan bahwa Kepala Pete Arredondo dikenai cuti adminsitratif efektif mulai hari ini," ungkap Pengawas Distrik Sekolah Independen Uvalde Hal Harrell.

Serangan terhadap SD Robb mengguncang AS dan kembali menghidupkan perdebatan soal kekerasan senjata. Senat AS kini tampaknya hampir meloloskan undang-undang kontrol senjata besar pertama di negara tersebut dalam beberapa dekade.

Arredondo sebelumnya mengaku tak menganggap dirinya sebagai komandan yang bertanggung jawab di lokasi serangan. Ia juga tak memerintahkan petugas untuk menahan diri. Namun, pria 49 tahun ini berdalih petugas baru menemukan kunci untuk membuka pintu 77 menit setelah penembakan dimulai.

Menurut pengacaranya, George Hyde, negara bagian atau federal yang tiba di tempat kejadian seharusnya mengambil alih komando.

Sebaliknya, menurut Steven McCraw, kepala Departemen Keamanan Publik Texas, Arredondo bertanggung jawab dan membuat keputusan mengerikan yang menghabiskan waktu yang berharga. Ia melabeli respons tersebut dengan sebutan 'kegagalan yang hina'.

Dalam sidang Senat Texas pada Selasa (21/6), McCraw mengatakan kalau pintu itu tak terkunci. Selain itu, tak ada bukti petugas mencoba melihat apakah pintu tersebut dikunci sementara yang lain mencari kunci. Sementara itu, setidaknya 2 anak di dalam menggunakan ponsel mereka untuk meminta bantuan.

Sebelumnya, pada Rabu (22/6), Senator Texas Roland Gutierrez menggugat Departemen Keamanan Publik negara bagian tersebut atas akses ke catatan lengkap penembakan tersebut. Ia menuding respons terhadap tragedi itu penuh dengan informasi yang salah dan kebohongan langsung sedari awal. []