News

Petisi Desak Presiden Batalkan Konsep Pelatihan Online Kartu Pra Kerja


Petisi Desak Presiden Batalkan Konsep Pelatihan Online Kartu Pra Kerja
Petisi Batalkan Kartu Pra Kerja (Screencapture)

AKURAT.CO, Pemerintah Indonesia telah meresmikan kebijakan Kartu Pra Kerja di tengah pandemi corona atau COVID-19.

Banyak mengkritik kebijakan tersebut dan saat ini terlihat dalam situs daring change.org, sudah ada petisi dengan judul 'Kembalikan 1 juta rupiah biaya pelatihan online prakerja untuk rakyat'. Petisi ini ditujukan untuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Saya meyakini niat baik Presiden Jokowi terkait kartu prakerja. Tapi, menghabiskan 5,6 trilyun untuk pelatihan online itu tidak tepat. Sertifikat online banyak bertebaran dan disediakan berbagai lembaga kredibel dengan harga yang jauh lebih murah bahkan gratis untuk tiap kursusnya," isi petisi tersebut.

Petisi ini mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan konsep pelatihan online.

"Lebih baik kursusnya ditunda dulu hingga pandemi selesai, dan dilakukan dengan tatap muka agar skill pekerja-pekerja memang benar-benar meningkat. misalnya: saya ingin belajar menjadi montir, apakah cukup hanya dengan nonton Skull academy?."

"Lebih baik lagi, dibanding diboroskan ke start up, anggaran itu dialihkan ke pembelian alat PCR Corona dan APD tenaga medis di daerah-daerah, pandemi cepat selesai, ekonomi cepat berjalan. Atau, berikan langsung 1 juta yang menjadi hak rakyat itu dalam bentuk bantuan tunai."

Dalam pantauan AKURAT.CO pada Senin 20 April 2020, petisi tersebut telah ditandatangani 1.345 orang.[]

Petisi Desak Presiden Batalkan Konsep Pelatihan Online Kartu Pra Kerja - Foto 1
Petisi Batalkan Kartu Pra Kerja. Screencapture