News

Petinggi MNC Sekuritas Diperiksa Kasus Asabri

Tak hanya SM, tim penyidik juga memeriksa dua saksi lain dari perusahaan sekuritas.


Petinggi MNC Sekuritas Diperiksa Kasus Asabri
MNC Sekuritas bersinergi dengan Bank Sinarmas tawarkan rekening saham instan di gedung BEI, Senin (27/11). (AKURAT.CO/Prabawati Sriningrum)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur Utama PT MNC Sekuritas berinisial SM dalam kasus korupsi PT Asuransi Angkatan bersenjata Republik Indonesia (Asabri). SM didalami peran 10 manajer investasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Diperiksa untuk pendalaman 10 tersangka manajer investasi dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh Asabri pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 sampai 2019," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya dikutip Sabtu (11/9/2021).

Tak hanya SM, tim penyidik juga memeriksa dua saksi lain dari perusahaan sekuritas. Dua saksi itu adalah LS selaku Direktur PT Yuanta Sekuritas, dan AK selaku Direktur Erdhika Elit Sekuritas.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asabri,” kata Leo.

Diketahui, pada akhir Juli 2021, Kejagung telah menetapkan 10 tersangka manajer investasi (MI).

Tersangka korporasi tersebut yaitu, Korporasi PT IIM; Korporasi PT MCM; Korporasi PT PAAM; Korporasi PT RAM; Korporasi PT VAM; Korporasi PT ARK; Korporasi PT OMI; Korporasi PT MAM; Korporasi PT AAM; dan Korporasi PT CC.

Kesepuluh manajer investasi tersebut dijerat dengan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tak hanya itu, Kejagung kembali menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri pada Kamis (26/8). Sehingga total ada 10 orang tersangka. Satu tersangka baru yaitu Teddy Tjokrosaputro (TT), selaku Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Tbk.

“TT diduga telah turut serta melakukan perbuatan bersama-sama terdakwa Benny Tjokrosaputro dalam perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri periode 2012-2019,” kata Leonard, Kamis (26/8). []