Olahraga

Petenis Putri Peringkat 1 Dunia Ragu Tampil Rutin di Tur WTA

Hal tersebut dikarenakan belum berakhirnya pandemi virus corona.


Petenis Putri Peringkat 1 Dunia Ragu Tampil Rutin di Tur WTA
Petenis peringkat satu dunia asal Australia, Ashleigh Barty (TWITTER/WTA)

AKURAT.CO, Petenis putri asal Australia, Ashleigh Barty, mengungkapkan keraguannya untuk kembali bertanding secara rutin ti turnamen internasional WTA karena pendemi virus corona (COVID-19) yang belum berakhir.

Setelah gagal mengamankan gelar Grand Slam Australia Terbuka 2021, petenis putri peringkat satu dunia tersebut mengaku lebih khawatir dengan kondisi pandemi yang belum terkendali.

Meskipun itu membuat peringkatnya di WTA semakin terancam setelah petenis Jepang, Naomi Osaka semakin mendekatinya di peringkat kedua WTA setelah menyabet gelar Grand Slam pembuka.

"Kami merencanakan sebaik mungkin. Namun, dalam situasi saat ini tidak ada yang pasti. Sulit untuk merencanakan tanpa keraguan, tetapi kami hanya mengikuti saran yang kami terima," kata Barty seperti dikutip Akurat.co dari laman Reuters.

Musim lalu, Barty tercatat melewatkan dua gelaran Grand Slam yaitu, Amerika Serikat Terbuka dan Prancis Terbuka yang pernah ia menangkan sebelumnya. Petenis 24 tahun tersebut memilih untuk tidak bepergian karena masalah kesehatan di tengah pandemi.

Barty, yang diperkirakan akan berangkat ke Timur Tengah bulan depan untuk turnamen WTA di Doha dan Dubai, mengatakan sebenarnya dia tidak memiliki masalah kebugaran ketika tampil di Melbourne Park setelah absen selama 11 bulan.

"Tentu saja saya ingin sekali kembali dalam tur secara penuh, dan semua kepastian itu akan diputuskan sedekat mungkin dengan kejuaraan. Tetapi kami akan mencoba dan merencanakan jadwal untuk rencana tur," ungkapnya.

Barty tidak bermain selama 11 bulan, tetapi masih berada di pucuk karena badan pengatur tenis putri menyesuaikan peringkat WTA dengan situasi pandemi, sehingga memungkinkan petenis untuk melewati turnamen tanpa takut kehilangan poin.

Di lain sisi, petenis peringkat dua, Osaka yang memenangkan Grand Slam Amerika Serikat terbuka tahun lalu dan Australian Terbuka pekan lalu, masih berupaya menggeser posisi Barty dengan jarak 1.300 poin di belakangnya.

"Tidak ada tekanan berlebih. Saya tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan orang lain. Untuk turnamen atau peringkat, itu di luar kendali saya," kata Barty soal naiknya peringkat Osaka.[]