Olahraga

Petenis China Hilang, Serena Williams Desak Gelar Penyelidikan

Peng Shuai belum diketahui keberadaannya sejak mengunggah pengakuan pengalaman pelecehan seksual oleh mantan Wakil Presiden China.


Petenis China Hilang, Serena Williams Desak Gelar Penyelidikan
Peng Shuai melanjutkan catatan positif di Jiangxi Terbuka 2019 usai mengalahkan Kristyna Pliskova. (REUTERS/Jerry Lai-USA TODAY Sports)

AKURAT.CO, Tekanan untuk melakukan penyelidikan terhadap serangan seksual yang dialami oleh petenis terkemuka asal China, Peng Shuai, semakin membesar. Terakhir, petenis dengan 23 gelar grand slam asal Amerika Serikat, Serena Williams, meminta publik tidak diam dengan kasus ini.

Peng Shuai sendiri sejauh ini belum diketahui keberadaannya. Dua pekan selepas Peng Shuai memuat pengakuan atas paksaan hubungan seksual yang dilakukan oleh mantan Wakil Presiden China, Zhang Gaoli, di jejaring media sosial China, Weibo, petenis berusia 35 tahun tersebut belum memberikan pernyataan.

“Saya berharap dia aman dan ditemukan secepat mungkin. Ini harus diinvestigasi dan kita tidak seharusnya diam. Saya kirim salam untuknya dan keluarganya di masa yang luar biasa sulit ini,” kata Williams sebagaimana dipetik dari The Guardian.

baca juga:

Pengakuan Peng Shuai bisa dikatakan tuduhan serangan seksual pertama yang disampaikan ke publik terhadap pejabat elite China. Pesan yang diunggah pemilik dua gelar grand slam ganda putri pada 3 November tersebut belakangan dihapus oleh Pemerintah China.

Ketua Asosiasi Tenis Profesional Putri (WTA), Steve Simon, mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan untuk membatalkan sejumlah turnamen yang digelar di China. Simon menganggap kasus Peng Shuai bukan semata urusan tenis.

“Kami jelas berniat menarik bisnis dan kesepakatan dengan semua kerumitan yang datang bersamanya,” kata Simon. “Karena ini sudah pasti, ini lebih besar ketimbang bisnis. Perempuan harus dihormati dan tidak disensor.”

Di internet, tekanan untuk menemukan Peng Shuai muncul dengan tagar #WhereIsPengShuai. Beberapa nama besar seperti petenis asal Swiss, Stan Wawrinka, dan bek Barcelona penggila tenis, Gerard Pique, memuat foto Peng Shuai dengan tagar tersebut di akun media sosial mereka.

Adapun Pemerintah China melalui media resminya mengumumkan surat elektronik yang diklaim berasal dari Peng Shuai. Surat tersebut berisi bantahan atas tuduhan serangan seksual dan keselamatannya.

Pun demikian, banyak pihak yang meragukan keaslian surat resmi yang diumumkan media Pemerintah China tersebut. Adapun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengklaim kepada jurnalis asing bahwa urusan ini merupakan masalah internal negaranya.[]