Ekonomi

Petani Sayuran di Lebak Meraup Untung Hingga Rp1,5 Juta Per Hari

Para petani sayuran di Lebak, Banten mengaku telah meraup keuntungan besar di masa pandemi karena naiknya permintaan masyarakat


Petani Sayuran di Lebak Meraup Untung Hingga Rp1,5 Juta Per Hari
Pekerja sedang merawat sayuran sawi di perkebunan milik Tarmin di kawasan Harapan Baru, Bekasi Utara, Jawa Barat, Minggu (31/5/2020). Menurut Tarmin (49) yang sudah menjadi petani sayuran dan padi di kawasan Jabodetabek sejak tahun 2000 ini, pendapatannya menurun hingga 50 persen. Hal tersebut dikarenakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kawasan Jabodetabek. Pria asal Indramayu ini menambahkan, anjloknya omzet juga dipengaruhi banyak warga yang enggan membeli ke pasar secara (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Sejumlah petani sayuran di Kabupaten Lebak, Banten mengaku meraup keuntungan cukup besar di tengah pandemi COVID-19 karena permintaan pasar cenderung meningkat.

Dede Supriatna, seorang petani Warunggunung Kabupaten Lebak di Lebak, Senin (11/01/2021) mengaku dalam sehari memasok sayuran oyong atau siput ke Jakarta sebanyak lima kuintal.

Ia menuturkan, budi daya tanaman sayuran oyong di lahan seluas satu hektare di Kecamatan Warunggunung dipastikan cukup menguntungkannya di tengah pandemi COVID-19.

Saat ini, penampung sayuran langsung mendatangi petani ke lokasi dengan menerima Rp5.000/kg. Apabila panen lima kuintal maka petani dapat menghasilkan Rp2,5 juta/hari.

"Kami sangat untung usaha sayuran oyong di tengah pandemi sehingga bisa meraup keuntungan sekitar Rp1,5 juta bersih dari penjualan Rp2,5 juta/hari," katanya.

Dia mengatakan budi daya sayuran oyong seluas satu hektare dengan biaya sekitar Rp35 juta, namun diperkirakan bisa meraup keuntungan bersih Rp20 juta selama tiga bulan.

Saat ini, dirinya memperkerjakan empat orang dan mereka bisa beroleh pendapatan Rp3 juta/bulan.

Pengembangan pertanian sayuran di daerah itu guna mendorong masyarakat tergerak bercocok tanam di tengah pandemi COVID-19 untuk tetap beroleh pendapatan.

"Kami terus mengembangkan pertanian sayuran karena permintaan pasar meningkat," katanya.

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu