News

Peta Koalisi Capres-cawapres Setelah Pertemuan Rumah Heritage

"Bisa saja Ganjar menjadi pilihan Airlangga karena dia bakalan tidak diusung PDIP.."


Peta Koalisi Capres-cawapres Setelah Pertemuan Rumah Heritage
Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan-Suharso Monoarfa menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Rumah Heritage Jakarta, Kamis 12 Mei 2022. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kesepakatan Golkar, PAN dan PPP membentuk koalisi Indonesia Bersatu (IB) memunculkan beragam spekulasi. Salah satunya terkait peluang Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto berpasangan dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Nah, otomatis Prabowo-AHY atau Gerindra berkoalisi dengan Demokrat. Maka harapan Airlangga-AHY bisa pupus," kata analis politik Jerry Massie kepada redaksi, Sabtu 14 Mei 2022. 

Koalisi IB, menurut dia, memungkinkan mengusung duet Airlangga dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Airlangga dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Meski begitu kemungkinan Suharso menjadi cawapres Airlangga tipis karena aspirasi internal partai Kabah yang kuat mendukung Gubernur DKI Anies Baswedan yang belakangan namanya juga menguat sebagai capres dari Nasdem.

baca juga:

"Sepertinya PPP akan ngotot mendukung Anies. Tapi kalau Anies gabung Golkar, maka Nasdem bisa ikut koalisi Indonesia Bersatu," katanya.

Jerry yang juga Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) mengatakan akan menarik jika koalisi IB yang terbentuk usai pertemuan Airlangga, Zulkifli dan Suharso di Rumah Heritage, Menteng, pada malam 12 Mei 2022 memberikan tiket cawapres kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Menurutnya, duet Airlangga-RK berpeluang besar memenangkan kompetisi.

"Bisa seru mengingat Jabar memililiki jumlah pemilih terbanyak di Indonesia, yakni 33 juta pemilih," ucapnya.

Jika Koalisi IB mencalonkan Airlangga-RK, PDIP bisa saja menduetkan Puan Maharani yang merupakan ketua DPP banteng moncong putih dengan Anies. Meski bisa mengusung pasangan capres-cawapres tanpa berkoalisi, kecil kemungkinan PDIP mengusung Puan sebagai capres karena elektabilitasnya jauh di bawah Anies, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, bahkan dari Gubernur Jawa Tengah yang juga kader banteng Ganjar Pranowo.

"Menarik lagi, bisa saja Ganjar menjadi pilihan Airlangga karena dia bakalan tidak diusung PDIP. Jadi PKS, PKB dan Demokrat kemungkinan besar akan berafiliasi ke Gerindra, PDIP ataupun Golkar," imbuhnya.

Menurut Jerry, manuver Golkar menginisiasi lahirnya koalisi IB telah membuat partai di parlemen yang lain mulai pikir-pikir untuk membangun koalisi yang solid dan kuat. Dalam kalkulasinya, kalau Koalisi IB sudah paten maka Pilpres 2024 akan diramaikan tiga pasangan calon yang diusung poros PDIP, Gerindra dan Golkar.

"Kalau Gerindra gabung PDIP bisa saja hanya dua pasangan capres-cawapres yang berkompetisi. Saya kira Demokrat,  PKS, Nasdem dan PKB bisa bergabung membuat koalisi tapi ini agak sulit," tukas Jerry Massie.[]