News

Peta Elektoral Pasca Rakernas Projo, PDIP Juara, PPP dan PAN Dua Koma

Survei dilakukan pada 25 Mei-2 Juni 2022 dengan wawancara tatap muka

Peta Elektoral Pasca Rakernas Projo, PDIP Juara, PPP dan PAN Dua Koma
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional (Rakorbidnas) bidang Pemuda dan Olahraga bertepatan sehari sebelum peringatan Sumpah Pemuda, Selasa (27/10/2020). (PDIP)

AKURAT.CO, Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei konstelasi elektoral jelang Pemilu 2024. Hasil survei memotret elektabilitas PDIP menempati urutan pertama diikuti Partai Gerindra dengan Partai Golkar. 

"PDIP masih ada di urutan pertama dengan 24,1 persen, Gerindra di peringkat kedua dengan 13,8 persen dan Golkar di peringkat ketiga dengan 11,3 persen," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memaparkan hasil survei secara virtual, Senin (13/6/2022).

Survei dilakukan pada 25 Mei-2 Juni 2022 dengan wawancara tatap muka. Metode survei menggunakan multistage random sampling melibatkan 1.200 responden, margin of error 2,83% dan quality control 20% dari total sampel.  

baca juga:

PKB menempati urutan empat dengan elektabilitas 8,3% disusul Partai Demokrat 7,2%, dan PKS 7,0%. Hasil mengejutkan elektabilitas Partai Nasdem naik menjadi 5,3% meninggalkan PPP yang meraih 2,7% dan PAN 2,0%. 

"Nasdem mulai terus merangkak naik dari sekitar akhir tahun lalu di angka di bawah 4 persen sekarang sudah di angka 5,3 persen. PPP dan PAN masih berkutat di bawah angka PT (parliamentary threshold), " ujar dia. 

Elektabilitas partai-partai lainnya, PSI, Hanura, PKPI, Perindo, serta pendatang baru Partai Gelora dan Partai Ummat juga masih di bawah 2%.

"PSI cukup ramai di media tapi belum berkorelasi linier dengan situasi elektoral yang didapatkannya, " tukas Yunarto.

Hasil survei Charta Politika ini dirilis dengan judul "Peta Elektoral Pasca Rakernas Projo". Pasca rakernas Projo atau Pro Jokowi dipilih menjadi judul karena pengambilan sample survei dilakukan berbarengan dengan momen rakernas Projo yang dihadiri Presiden Jokowi.

"Ini bukan disengaja ya, karena kita memang sudah punya rencana untuk melakukan survei dan turun di lapangan tanggal 25 Mei tapi kemudian kalau saya tidak salah di tanggal 22 Mei ada pertemuan Projo, rakernas di Magelang yang  memang kalau kita lihat dari media monitoring dari situsi politik itu kemudian membawa isu baru," kata Yunarto memberi alasan.[]