News

Pesta Selepas Ujian Berujung Tragis, 21 Remaja Tewas Misterius di Afrika Selatan

Tak ada luka yang terlihat pada jenazah dan autopsi dilakukan untuk menentukan apakah terkait dengan keracunan.


Pesta Selepas Ujian Berujung Tragis, 21 Remaja Tewas Misterius di Afrika Selatan
Sebanyak 8 anak perempuan dan 13 anak lelaki telah meninggal di kedai minuman 'Enyobeni Tavern', provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. (Associated Press)

AKURAT.CO Polisi Afrika Selatan sedang menyelidiki kematian sedikitnya 21 orang di sebuah kedai minuman di kota pesisir London Timur. Meski penyebab kematian masih belum jelas, para pejabat dan polisi setempat menduganya sebagai kasus tragedi konsumsi minuman keras oleh anak di bawah umur.

Dilansir dari AFP, 8 anak perempuan dan 13 anak lelaki telah meninggal di kedai minuman 'Enyobeni Tavern', menurut pemerintah provinsi Eastern Cape. Sebanyak 17 di antaranya ditemukan tewas di tempat kejadian, sedangkan sisanya meninggal di rumah sakit.

Botol-botol kosong berisi alkohol, wig, bahkan selempang 'Selamat Ulang Tahun' ditemukan di jalan depan kedai minuman, menurut Unathi Binqose, seorang pejabat keamanan yang tiba di tempat kejadian saat fajar. Kebanyakan korban diperkirakan sebagai siswa yang merayakan ujian SMA mereka pada Sabtu (25/6).

baca juga:

Tak ada luka yang terlihat pada jenazah. Namun, autopsi tetap akan dilakukan untuk menentukan apakah kematian tersebut terkait dengan keracunan.

"Ini pemandangan mengerikan. Mereka cukup muda. Ketika Anda diberi tahu kalau mereka berusia 13 tahun, 14 tahun, dan Anda pergi ke sana dan melihat mereka, itu menyayat hati," ungkap Menteri Kepolisian Bheki Cele.

Minuman keras diperbolehkan untuk warga di atas 18 tahun. Namun, di kedai minuman kota yang kerap bersebelahan dengan pemukiman keluarga, peraturan keselamatan dan UU usia minum tak selalu ditegakkan.

"Anak kami berada di sana dan meninggal di tempat kejadian," kata orang tua dari seorang gadis berusia 17 tahun.

"Kami tak berpikir anak kami akan meninggal dengan cara ini. Ia anak yang rendah hati dan penuh hormat," sesal Ntombizonke Mgangala, yang berdiri di samping suaminya di depan kamar mayat.

Afrika Selatan adalah salah satu negara di Afrika dengan konsumsi alkohol yang tinggi. Otoritas pun kini mempertimbangkan untuk merevisi peraturan perizinan minuman keras.

Pemilik kedai, Siyakhangela Ndevu, buka suara atas tragedi ini.

"Sebagai pengusaha, ini bukan sesuatu yang saya harapkan terjadi di sana. Namun, hal-hal seperti ini terjadi secara tak terduga," kilahnya.

Ia mengungkapkan ada yang terburu-buru memasuki bar untuk bersuka ria, meski ada peringatan bahwa bar itu penuh. Ndevu pun dipanggil ke tempat kejadian setelah jam 1 dini hari lantaran ada terlalu banyak orang.

"Ada yang ingin ke luar, sedangkan yang lain ingin masuk dengan paksa," ujarnya.

Namun, Binquose mengesampingkan penyerbuan sebagai penyebab kematian.

"Tak ada luka terbuka yang terlihat. Penyidik forensik akan mengambil sampel dan menguji untuk memeriksa apakah ada keracunan dalam bentuk apa pun," terangnya.

Badan perizinan minuman keras regional pun mengaku sedang mempertimbangkan untuk mencabut izin kedai dan mengajukan tuntutan pidana terhadap pemiliknya karena melanggar UU penjualan alkohol untuk orang di bawah 18 tahun.

Menurut laporan surat kabar lokal DispatchLive di lamannya, mayat-mayat bergelimpangan di meja, kursi, dan di lantai tanpa tanda-tanda cedera yang jelas. Beberapa dari korban tewas adalah siswa yang berpesta merayakan berakhirnya ujian tengah tahun.[]