News

Pesona Kuil Kembar di Atas Gunung Suci Fanjing China, Bikin Takjub!

Dua kuil kecil yang dibangun di atas puncak menara batu yang terbelah, dihubungkan oleh jembatan melengkung, menghadap ke surga alam yang menakjubkan.


Pesona Kuil Kembar di Atas Gunung Suci Fanjing China, Bikin Takjub!
Pesona dua kuil kembar yang menjadi daya tarik wisatawan di China (instagram.com/asia_australia_pictures)

AKURAT.CO, Gunung Fanjing, di Pegunungan Wuling China barat daya, adalah rumah bagi salah satu pemandangan paling indah di planet ini. Dua kuil kecil yang dibangun di atas puncak menara batu yang terbelah, dihubungkan oleh jembatan melengkung, menghadap ke surga alam yang menakjubkan.

Bertengger di puncak menara batu alam yang dikenal sebagai Puncak Emas Awan Merah, dua kuil Buddha kecil ini memiliki sejarah yang dimulai lebih dari 500 tahun lalu, ke Dinasti Ming. Bagaimana umat Buddha berhasil membawa bahan-bahan yang dibutuhkan ke atas sehingga formasi batuan genting tanpa teknologi modern tetap menjadi misteri.

Tetapi kompleks candi yang kita lihat saat ini telah dibangun kembali sesuai dengan tampilan aslinya, hanya menggunakan bahan yang lebih kokoh seperti ubin besi, agar bangunan lebih kuat dari terpaan angin dan lingkungan yang keras secara keseluruhan.

Pesona Kuil Kembar di Atas Gunung Suci Fanjing China, Bikin Takjub - Foto 1
Instagram.com/asia_australia_pictures

Dilansir dari Oddity Central, meskipun dua kuil ini kerap disebut dengan satu nama yakni Kuil Fanjingshan, sebenarnya ini terdiri dari dua kuil terpisah yang dihubungkan oleh jembatan melengkung kecil. Kuil Buddha didedikasikan untuk Sakiymuni, yang mewakili masa kini, dan Kuil Maitreya didedikasikan untuk Maitreya, penerus Sakiymuni, yang mewakili masa depan.

Untuk mencapai tempat menakjubkan ini, pengunjung harus menaiki lebih dari 8.000 anak tangga terlebih dahulu untuk mencapai Kuil Buddha di sisi selatan kompleks candi. Kemudian, pengunjung dapat berjalan melintasi jembatan untuk mengunjungi Kuil Maitreya di sisi utara. Hal merupakan simbol analogi masa kini ke masa depan.

View this post on Instagram

A post shared by "" (@biletivsvit)

Saat pengunjung menaiki ribuan anak tangga di sepanjang tebing, Anda dapat mengagumi prasasti kuno dari dinasti Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1911), yang mengekspresikan penghormatan terhadap gunung suci oleh penduduk setempat yang mengunjungi tempat ini berabad-abad yang lalu.

Seluruh Gunung Fanjing adalah gunung suci dalam agama Buddha. Fanjiang adalah rumah bagi sejumlah kuil Buddha di zaman kuno, yang sebagian besar dihancurkan selama abad ke-16.[]