Olahraga

Pesepakbola Putri Rusia: Putin Mengambil Masa Depan Kami

Pesepakbola Putri Rusia: Putin Mengambil Masa Depan Kami
Pesepakbola putri asal Rusia, Nadezhda Karpova, saat ini bermain untuk klub La Liga Spanyol, Espanyol. (LAGRADA)

AKURAT.CO, Nadezhda Karpova adalah satu dari sedikit atlet profesional di Rusia yang berani berbicara secara terbuka soal invasi negaranya terhadap Ukraina. Bermain di salah satu klub putri La Liga Spanyol, Espanyol, Nadezhda Karpova menganggap bahwa masyarakat Rusia termakan propaganda pemerintahnya.

“Propaganda Rusia adalah berusaha mendekati warga Rusia bahwa kami adalah negara yang sangat spesial dan seluruh dunia melawan kami dan misi ‘unik’ kami,” kata Karpova dalam wawancara dengan BBC.

“Misi unik apa yang mereka bicarakan? Saya tidak merasa bahwa orang Rusia spesial. Pada saat yang sama, saya tidak malu menjadi orang Rusia, karena Rusia bukan berarti pemerintah dan Vladimir Putin.”

baca juga:

Sejak invasi militer Rusia ke Ukraina dilancarkan pada 24 Februari lalu, sejumlah atlet Rusia di beberapa cabang olahraga dilarang ikut ke pertandingan internasional. Tim Nasional Rusia, misalnya, didiskualifikasi dan tak bisa bermain di Piala Dunia Qatar 2022.

“Putin mengambil semuanya dari kami, dia mengambil masa depan kami. Pada saat yang sama, dia melakukannya dengan sikap diam kami. Mereka (pemerintah Putin), tidak melihat kuatnya perlawanan. Banyak orang menutup mata terhadap ketidakadilan, menganggap itu bukan urusan mereka.”

Karpova tidak salah soal banyaknya warga Rusia yang percaya dengan propaganda Rusia tentang alasan mereka menyerang Ukraina. Di kalangan olahraga saja, atlet senam putra Rusia, Ivan Kuliak, disanksi tak bisa ikut kejuaraan internasional karena mengenakan simbol Z–simbol invasi Rusia ke Ukraina–di podium juara pada salah satu kejuaraan di Qatar, Maret lalu.

“Orang-orang yang membenarkan perang ini, mereka adalah tawanan propaganda. Saya merasa sedih terhadap mereka, dan saya yakini kami akan melakukan semuanya untuk membebaskan mereka dari hal tersebut,” kata Karpova.

Karpova memilih menjadi oposisi di negaranya dan ditandai dengan keterlibatannya pada demonstrasi mendukung tokoh oposisi Rusia yang dikabarkan diracun oleh Putin, Alexei Navalny. Karpova yakin bahwa rezim Putin suatu hari akan berakhir dan orang muda di negaranya siap untuk melakukan perubahan.

“Mereka bakal pergi suatu hari, mereka semua sudah tua. Ketika itu terjadi, kami bakal tetap hidup, dan kami harus bersiap untuk semuanya,” kata Karpova. “Saya berharap itu bakal terjadi secepatnya.”[]