News

Pesan Telak Arief Poyuono ke Ibas: Jangan Tambah Bikin Panik Masyarakat!

Arief menilai pernyataan Ibas malah menambah kepanikan masyarakat terhadap pandemi Covid-19.


Pesan Telak Arief Poyuono ke Ibas: Jangan Tambah Bikin Panik Masyarakat!
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/10). (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO, Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono mengkritik cara berpandangan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam menyikapi pemerintah saat menangani Covid-19.

Ibas sebelumnya mengingatkan pemerintah agar Indonesia jangan sampai menjadi failed nation atau negara gagal.

Menurut Arief, pernyataan Ibas malah menambah kepanikan masyarakat terhadap pandemi Covid-19.

"Ini pesan untuk @Edhie_Baskoro yang kecewa penanganan Covid-19. Agar lebih bijak dan mawas diri. Jangan nambah panik masyarakat karena, yang diurus itu mahluk (Covid-19) enggak (tidak) keliatan dan gak gampang asal ngedabrus," kata Arief sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @bumnbersatu pada Minggu (11/7/2021).

Arief juga tegaskan ke ibas tidak perlu berbicara bahwa negara gagal. Sebab pandemi Covid-19 bukan hanya dialami Indonesia.

"Engak perlu ngomong negara gagal," ujarnya.

Sebelumnya, ada mantan dewan pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyindir Ibas lewat akun Twitternya.

Teddy menyindir Ibas dengan menyeret nama ayahnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kenapa Covid tidak diturunkan Allah di zaman SBY? Mungkin Allah tahu hanya pak Jokowi yang mampu menghadapi pandemi ini di Indonesia. Karena secara histori selama 10 tahun, SBY tidak punya kemampuan mengurus hal yang tidak sebesar ini.. @AgusYudhoyono @SBYudhoyono @Edhie_Baskoro," tulis Teddy sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @TeddyGusnaidi pada Jumat (9/7/2021).

Diketahui, Ibas mempertanyakan pemerintah perihal penanganan virus corona yang dianggapnya kian mengganas.

"COVID-19 makin 'mengganas'. Keluarga, sahabat dan di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia," kata Ibas sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @FPD_DPR pada Rabu (7/7/2021).

"Sampai kapan bangsa kita akan terus begini?" tanya dia.

Ibas mengingatkan pemerintah jangan sampai Indonesia disebut 'bangsa gagal' atau 'failed nation', lantaran salah dalam mengambil kebijakan terkait mitigasi penularan COVID-19.

"Jangan sampai negara kita disebut sebagai 'failed nation' akibat ketidakmampuan negara selamatkan rakyatnya," ujar dia.[]