Rahmah

Pesan Rasulullah Tentang Keberagaman dalam Peristiwa Piagam Madinah


Pesan Rasulullah Tentang Keberagaman dalam Peristiwa Piagam Madinah
Sejumlah warga saat melakukan pawai obor di Kawasan Rempoa, Tangerang Selatan, Rabu (19/8/2020) malam. Pawai obor tersebut dilakukan dalam rangka menyambut peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1442 H yang jatuh pada Kamis (20/8) besok. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kehidupan di dunia penuh dengan keberagaman, dari mulai keberagaman ras, suku, warna kulit, keyakinan, bahkan keragaman agama. Dalam QS. Al-Hujrat: 49 pun Allah Swt meniscayakan adanya keragaman laki-laki, perempuan, bangsa dan kabilah.

Pesan keragaman ini ternyata sudah jauh-jauh dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Ini tercatat dalam sejarah pembuatan konstitusi Piagam Madinah. Piagam yang berisi 47 aturan kehidupan di kota Madinah.

Para ilmuan menegaskan bahwa di dalam Piagam Madinah tidak didapati ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadis Nabi Muhammad Saw. Ini memberikan pesan bahwa Piagam Madinah hendak menghormati seluruh keragaman yang ada di Madinah. Karena memang, di Madinah terdapat banyak kelompok, dari mulai Islam, Yahudi, Nasrani, hingga kaum Pagan.

Para pakar juga menegaskan bahwa dalam pembentukan 47 itu Rasulullah diskusi dengan orang-orang di luar Islam yang memiliki peran di Madinah. Ini memberi pesan bahwa Rasulullah menerima masukan dari semua kalangan, bahkan dalam membuat hukum negara.

Selain itu, pada pasal 1 dari 47 pasal Piagam Madinah disebutkan, "Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain." Ini memberi isyarat kuat bahwa Nabi Muhammad sebagai pemimpin Madinah menaungi semua keragaman penduduk.

Pada pasal 24 juga disebutkan, "Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan." Ini juga memberi pesan yang sangat kuat bahwa sudah semestinya satu sama lain dalam perbedaan harus saling tolong menolong.

Peristiwa pembentukan Piagam Madinah memberi pesan dan teladan keragaman. Nabi telah mencontohkan dengan baik soal penghargaan kepada keragaman. Ini semestinya menjadi pelajaran dalam konteks Indonesia yang dihuni oleh keragaman keyakinan dan agama. Sehingga keragaman di Indonesia bisa dijaga dan dipupuk dengan baik serta memberikan manfaat bagi kemajuan bangsa.[]