Rahmah

Pesan Persatuan dan Kesetaraan Antarbangsa dalam Piagam Madinah

Piagam Madinah berisi 47 pasal yang sarat dengan nilai persatuan dan kesatuan.

Pesan Persatuan dan Kesetaraan Antarbangsa dalam Piagam Madinah
Piagam Madinah (Pinterest.com)

AKURAT.CO Piagam Madinah yang juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yasthrib pada tahun 622.

Para ilmuan menyebut bahwa Piagam Madinah memiliki pesan persatuan dan kesetaraan antarbangsa bahkan untuk masa kini. Piagam Madinah pantas menjadi acuan bangsa-bangsa di dunia dalam berbangsa dan bernegara.

Kits semua menyadari bahwa di dunia penuh dengan keberagaman, dari mulai keberagaman ras, suku, warna kulit, keyakinan, bahkan keragaman agama. Dalam QS. Al-Hujrat 49: 13 pun Allah Swt meniscayakan adanya keragaman laki-laki, perempuan, bangsa dan kabilah.

baca juga:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ, inna akramakum 'indallāhi atqākum, innallāha 'alīmun khabīr

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Pesan keragaman ini ternyata sudah jauh-jauh dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Ini tercatat dalam sejarah pembuatan konstitusi Piagam Madinah. Piagam yang berisi 47 aturan kehidupan di kota Madinah.

Para ilmuan menegaskan bahwa di dalam Piagam Madinah tidak didapati ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadis Nabi Muhammad Saw. Ini memberikan pesan bahwa Piagam Madinah hendak menghormati seluruh keragaman yang ada di Madinah. Karena memang, di Madinah terdapat banyak kelompok, dari mulai Islam, Yahudi, Nasrani, hingga kaum Pagan.

Para pakar juga menegaskan bahwa dalam pembentukan 47 itu Rasulullah diskusi dengan orang-orang di luar Islam yang memiliki peran di Madinah. Ini memberi pesan bahwa Rasulullah menerima masukan dari semua kalangan, bahkan dalam membuat hukum negara.

Selain itu, pada pasal 1 dari 47 pasal Piagam Madinah disebutkan, "Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain." Ini memberi isyarat kuat bahwa Nabi Muhammad sebagai pemimpin Madinah menaungi semua keragaman penduduk.